YouTube Ungkap Nilai Penghasilan YouTuber, Tembus Ratusan Triliun Rupiah

Kompas.com - 28/01/2021, 17:16 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

KOMPAS.com - Perusahaan berbagi video milik Google, YouTube, mengeklaim bahwa dalam tiga tahun terakhir, mereka telah mengeluarkan uang sebesar 30 miliar dollar AS atau sekitar Rp 423 triliun (kurs rupiah Rp 14.128) untuk membayar kreator, artis, dan perusahaan media.

Hal tersebut disampaikan CEO YouTube Susan Wojcicki dalam sebuah artikel berjudul "Surat dari Susan: Prioritas Kami (YouTube) pada Tahun 2021" yang diunggah di blog resmi YouTube.

Selama ini para kreator mendapatkan penghasilan dari beberapa sumber. Selain mengandalkan AdSense, YouTuber juga mendapat penghasilan dari YouTube dengan bagi hasil layanan YouTube Premium.

Khusus pendapatan dari YouTube Premium, tidak disebutkan persentase yang diberikan ke YouTuber. Pada laman dukungan, Google hanya menjelaskan bahwa distribusi pendapatan akan didasarkan pada seberapa banyak pengguna premium yang menonton video YouTuber tersebut.

Susan juga sesumbar bahwa menurut laporan Oxford Economics pada 2019, YouTube menyumbang pendapatan domestik bruto (PDB) AS dengan estimasi 16 miliar dollar AS atau sekitar Rp 255 triliun (kurs rupiah Rp 14.148) atau setara dengan 345.000 pekerjaan penuh waktu.

Di Inggris, ekosistem kreatif YouTube diklaim menyumbang sekitar 1,4 miliar poundsterling atau Rp 27,1 triliun (kurs Rp 19.323) untuk PDB tahun 2019 atau setara dengan 30.000 pekerjaan penuh waktu.

Begitu pula di Perancis, YouTube sesumbar berkontribusi 515 juta euro atau Rp 8,8 triliun (kurs rupiah Rp 17.105) terhadap PDB Perancis tahun 2019 atau setara 15.000 pekerjaan penuh waktu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara keseluruhan, Susan mengatakan, YouTube akan terus meningkatkan layanan YouTube dari segala sisi, termasuk regulasi, hak cipta, dan bagaimana membantu meningkatkan ekonomi para kreatornya.

Baca juga: Bukan dari Iklan, Begini Cara YouTuber Meraup Pendapatan Besar

Menurut Susan, para kreator selalu mendiversifikasi sumber pendapatannya. Pada 2020, jumlah kanal yang mayoritas pendapatannya diperoleh dari Super Stickers, Super Chat, dan keanggotaan (membership) meningkat tiga kali lipat.

Sayangnya, Susan tidak menyebut angka spesifik. Dia hanya mencontohkan salah satu kreator yang berhasil memanfaatkan sistem keanggotaan untuk menghasilkan pundi-pundi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.