Pemerintah China Blokir Aplikasi Chatting Signal

Kompas.com - 17/03/2021, 16:29 WIB
Ilustrasi Whatsapp dan Signal Shutterstock/Leonidas SantanaIlustrasi Whatsapp dan Signal

KOMPAS.com - Pemerintah China memblokir Signal, aplikasi pesan instan yang naik daun setelah kebijakan privasi pengguna WhatsApp menjadi kontroversi pada Januari 2021 lalu.

Popularitas Signal di China ternyata menarik perhatian pemerintah setempat yang kemudian memblokir aplikasi tersebut pada 16 Maret 2021.

Sehari sebelumnya, tepatnya 15 Maret 2021, pemerintah China sudah lebih dulu memblokir situs resmi Signal menurut laporan situs pelacak sensor Greatfire.org.

Kendati demikian, aplikasi Signal masih bisa diunduh di Apple App Store China. Hanya saja, aplikasi tidak bisa digunakan tanpa VPN.

Bisa jadi, Apple belum menerima surat perintah untuk menghapus aplikasi tersebut dari pemerintah China atau malah memang tidak menghapus aplikasi tersebut dari toko aplikasinya. Belum ada komentar dari pihak Apple maupun Signal atas pemblokiran ini.

Di App Store China, Signal mendapat rating 4.9/5 dari total 37.000 pemberi nilai. Tampaknya, Signal populer di kalangan para penggiat teknologi, terutama yang memerhatikan masalah privasi.

Baca juga: Pertama Kali Pakai Telegram atau Signal, Ini Cara Setting yang Wajib Diketahui

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, Signal menggunakan sistem keamanan enkripsi dari ujung ke ujung (end-to-end encryption) seperti WhatsApp.

Secara teori, hanya si penerima dan pengirim pesan saja yang bisa melihat isi pesan. Pihak ketiga, termasuk penyedia layanan tidak akan bisa mengintip isi pesan tersebut.

Diblokirnya Signal menambah panjang daftar aplikasi, media sosial, dan situs asing yang diblokir pemerintah China. Sebelumnya, Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp, Telegram, dan Google sudah diblokir sejak beberapa tahun belakang.

Diblokirnya Google menyebabkan toko aplikasi Google Play Store tidak tersedia di negara tersebut.

Pengguna ponsel Android di sana bisa mendapatkan aplikasi dari toko aplikasi yang dioperasikan oleh perusahaan pihak ketiga yang sangat mematuhi aturan sensor ketat dari pemerintah China.

Sehingga kemungkinan, aplikasi Signal juga sudah tidak tersedia di toko aplikasi Android versi China.

Di China, aplikasi Signal telah diunduh 510.000 kali di App Store. Secara global, aplikasi tersebut telah diunduh oleh lebih dari 100 juta kali di App Store maupun Google Play Store, menurut laporan Sensor Tower pada 16 Maret 2021.

Saat WhatsApp mengumumkan perubahan kebijakan privasi untuk penggunanya, Signal dan Telegram mendadak ketiban untung. Jumlah download kedua aplikasi meningkat, termasuk di China.

Pada Januari 2021, Telegram telah diunduh sebanyak 2,7 juta kali di App Store China, sementara Signal diunduh 458.000 kali.

Meski demikian, jumlah unduhan WhatsApp juga masih cukup banyak, yakni 9,5 juta kali di App Store China sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Tech Crunch, Rabu (17/3/2021),

Seperti Signal saat ini, aplikasi Telegram dan WhatsApp masih bisa diunduh di App Store meskipun pengguna harus menggunakan VPN untuk mengaksesnya karena telah diblokir pemerintah.

Baca juga: Pendiri Signal Tidak Sarankan Pengguna Berhenti Pakai WhatsApp

Sebagai informasi, pemerintah China memiliki sebuah mekanisme yang disebut Great Firewall, di mana akses internet di Negeri Tirai Bambu, diawasi ketat oleh pemerintah.

Mekanisme tersebut membuat banyak aplikasi populer buatan asing diblokir, sehingga warga China harus menggunakan VPN jika tetap ingin mengaksesnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X