UC Browser Milik Jack Ma Dihapus dari Toko Aplikasi Android

Kompas.com - 18/03/2021, 06:29 WIB
Ilustrasi UC Browser di Play Store. KOMPAS.com/ Galuh Putri RiyantoIlustrasi UC Browser di Play Store.

Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar (SAMR) telah menyelidiki perusahaan Alibaba Group terkait dugaan monopoli. Regulator China disebutkan telah memperingati Alibaba terhadap praktik yang menjurus ke arah monopoli.

Praktik monopoli yang dimaksud seperti memaksa pedagang di situs e-commerce Alibaba ke dalam pakta kerjasama eksklusif dan perjanjian yang akan mencegah pedagang untuk menggunakan platform pesaing.

Baca juga: Pemerintah China Jegal Alibaba dkk dengan Aturan Anti-monopoli

Atas tuduhan melanggar norma monopoli, Pemerintah China dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjatuhkan hukuman denda sekitar satu miliar dollar AS (sekitar Rp 14,4 triliun) pada raksasa e-commerce Alibaba, sebagaimana dihimpun dari Business Today.

Ant Group gagal IPO

Tak hanya Alibaba, perusahaan afiliasinya, Ant Group juga diawasi dan diselidiki terkait dugaan anti-monopoli. Perusahaan fintech milik Jack Ma ini memang memiliki aplikasi pembayaran digital populer bernama Alipay.

Melalui Alipay, Ant sedianya memberikan layanan pembayaran online. Namun belakangan, Ant melakukan ekspansi bisnis Alipay ke ranah investasi online, asuransi, dan pinjaman konsumen.

Namun, pemerintah China menilai bisnis pinjaman online yang dilakukan Alipay ini bermasalah lantaran sebagian besar pinjaman yang difasilitasi Ant didanai oleh bank komersial, bukan oleh Ant Group sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Imbas dari pengawasan ini, penawaran saham perdana (IPO) yang awalnya akan berjalan pada November 2020 kandas di tengah jalan.

Baca juga: Jack Ma Kembali, Saham Alibaba Melesat Naik

IPO tersebut ditangguhkan secara langsung oleh Presiden Xi. Alasannya tak lain karena perubahan peraturan oleh regulator China.

Padahal, IPO Ant Group awalnya digadang-gadang bakal memecahkan rekor sebagai yang terbesar di dunia dengan proyeksi nilai pengumpulan dana menembus kisaran 37 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 522 triliun.

Belakangan pemerintah China juga meminta Alipay untuk merombak bisnisnya dan fokus pada bisnis pembayaran online saja.

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.