Jumlah Download Aplikasi TikTok Lampaui Facebook

Kompas.com - 14/04/2021, 07:05 WIB
Ilustrasi TikTok ByteDance cnet.comIlustrasi TikTok ByteDance

KOMPAS.com - Meskipun pemerintah Amerika Serikat di bawah administrasi Donald Trump pernah berencana memblokir TikTok, popularitas aplikasi buatan China itu semakin menanjak.

Menurut laporan terbaru dari Sensor Tower untuk bulan Maret, TikTok menjadi aplikasi non-gaming yang paling banyak diunduh secara global. TikTok diunduh lebih dari 58 juta kali di seluruh dunia pada bulan tersebut.

Data dari Sensor Tower menunjukkan bahwa 10 persen dari total unduhan global aplikasi TikTok berasal dari AS. Tahun lalu, TikTok mengklaim bahwa penggunanya di AS menembus angka 100 juta dollar AS.

Baca juga: TikTok Bingung, Jadi Diblokir Apa Tidak di AS

Sensor Tower menyebut aplikasi TikTok paling banyak diunduh di China yakni sebesar 11 persen. Tampaknya Sensor Tower menggabungkan aplikasi TikTok dan Douyin yang merupakan aplikasi TikTok versi China.

Di bawah TikTok ada aplikasi Facebook yang menjadi aplikasi non-gaming kedua yang paling banyak diunduh secara gobal. Facebook diunduh sebanyak 56 juta kali dalam periode yang sama.

Facebook paling banyak diunduh di India dengan kontribusi sebesar 25 persen, diikuti AS sebesar 8 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anak perusahaan Facebook lainnya, yakni Instagram, WhatsApp, dan Messenger menduduki urutan keempat hingga kelima secara berurutan.

Aplikasi populer lain seperti Snapchat, Zoom, dan Telegram juga masuk dalam daftar 10 besar yang dirilis Sensor Tower. Namun, tidak dirinci berapa jumlah unduhannya.

Khusus di Google Play Store, Facebook tetap menjadi aplikasi paling banyak diunduh, diikuti Instagram dan TikTok.

Baca juga: Perusahaan Induk TikTok Akuisisi Pengembang Game Mobile Legends

Terkait nasib aplikasi TikTok di AS, hingga saat ini belum ada kejelasan apakah pemerintahan Joe Biden akan bersikap sama dengan pemerintahan Trump sebelumnya atau tidak.

Seperti kebanyakan aplikasi asal China lainnya, pemerintahan Donald Trump beralasan bahwa TikTok mengancam keamanan nasional, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Gadgets Now, Rabu (14/4/2021).

Melansir dari Global Times, sekertaris perdagangan AS Gina Raimondo baru-baru ini mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden yang baru dilantik Januari lalu menggantikan Trump mengatakan, akan meninjau kembali kebijakan terkait perusahaan teknologi asal China.

Belum diketahui, apakah nantinya Biden akan menarik atau justru semakin memperketat bisnis perusahaan asal China di AS.

Belum ada tanda-tanda pula apakah Biden akan memaksa induk TikTok, ByteDance untuk menjual TikTok ke perusahaan AS atau tidak seperti yang pernah disyaratkan mantan presiden Donald Trump.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X