Inggris Tuntut TikTok Atas Dugaan Kumpulkan Data Anak-anak

Kompas.com - 23/04/2021, 09:13 WIB
Ilustrasi TikTok androidpolice.comIlustrasi TikTok

KOMPAS.com - Aplikasi media sosial TikTok lagi-lagi terseret masalah hukum. Kali ini, tuntutan dilayangkan mantan komisioner anak-anak Inggris, Anne Longfield.

Kuasa hukum penggugat menduga TikTok mengambil informasi pribadi pengguna anak-anak. Tuntutan tersebut diajukan atas nama seluruh anak-anak yang menggunakan TikTok sejak 25 Mei 2018 lalu, terlepas apakah mereka memiliki akun dan mengatur privasinya atau tidak.

Adapun informasi yang diduga diambil, mencakup nomor telepon, video, data lokasi akurat, dan data biometrik.

Baca juga: Sama-sama Buatan ByteDance, Ini Bedanya Helo dan TikTok

Semua data itu disebut diambil tanpa peringatan yang mencukupi, tanpa transparansi, tanpa persetujuan yang diperlukan sesuai aturan undang-undang, atau tanpa sepengatahuan orang tua tentang pemanfaatan data tersebut.

Dilaporkan Sky News, tuntutan tersebut mengupayakan kompensasi bagi jutaan anak yang terdampak pencurian data. Apabila tuntutan berhasil, maka anak-anak yang terdampak berpeluang mendapatkan kompensasi uang ribuan poundsterling.

Pengepul data berkedok medsos

Dirangkum KompasTekno dari BBC, Kamis (22/4/2021), perwakilan TikTok menyebut tuntutan itu tidak berdasar dan akan menentangnya. Pihak TikTok juga menyampaikan bahwa privasi dan keamanan adalah prioritas utama perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

TikTok berdalih mereka memiliki kebijakan, proses, dan teknologi yang kuat untuk membantu melindungi semua pengguna, termasuk pengguna remaja.

"Kami yakin klaim tersebut kurang tepat dan akan menentang dengan sekuat tenaga," kata perwakilan TikTok.

Longfield mengatakan, dirinya fokus pada pengguna anak-anak TikTok karena dinilai memiliki kebijakan pengumpulan data yang "berlebihan" dibanding platform media sosial lainnya.

Baca juga: Jumlah Pengguna Aktif Bulanan TikTok Terungkap

"TikTok adalah media sosial yang sangat populer yang telah membantu anak-anak tetap terhubung dengan teman-teman mereka selama tahun yang berat. Tapi sebenarnya, di balik lagu-lagu yang ceria, tantangan tarian, dan tren lip-sync, ada sesuatu yang lebih dari buruk," jelas Lonngfield.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X