Tak Kapok, Mark Zuckerberg Kembali Beli Tanah di Tepi Pantai Hawaii Rp 750 Miliar

Kompas.com - 11/05/2021, 12:17 WIB
Mark Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan ReutersMark Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan

KOMPAS.com - Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg diketahui telah menjadi penduduk Pulau Kauai, Hawaii, sejak 2014 silam, setelah membeli tanah seluas 750 hektar di sana.

Namun, kehadiran Zuckerberg di Pulau Kauai memantik sejumlah kontroversi pada 2016 dan 2017 lalu. Termasuk soal pembangunan tembok 2 meter di sekeliling tanah miliknya, serta sengketa tanah warisan.

Tak kapok, Zuckerberg beserta istrinya, Priscilla Chan kembali membeli tanah seluas hampir 600 hektar di pantai utara Kauai, pada Maret 2021.

Zuck, panggilan akrab bos Facebook itu, membeli tanah di tepi pantai itu dengan harga 53 juta dollar AS atau setara dengan Rp 754,5 miliar. Dengan demikian, total kepemilikian tanah Zuck dan istri di Pulau Kauai, sekarang menjadi lebih dari 1.300 hektar.

Baca juga: Tembok Rumah Zuckerberg Diprotes Warga Hawaii

Tanah yang dibeli Zuck dan istrinya kini mencakup tiga bidang tanah, salah satunya yaitu sebagian bidang tanah di dekat pantai umum bernama Pantai Lepeuli (Larsen). Menurut kabar, pantai tersebut akan tetap dibiarkan terbuka untuk umum.

Selain itu, bidang tanah lain yang dibeli Zuck dan istrinya kali ini merupakan milik Waioli Corporation, sebuah organisasi non-profit yang bergerak untuk melestarikan lokasi bersejarah di seluruh Pulau Kauai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jadi pengurus pantai

Presiden Waioli Corporation, Sam Pratt mengatakan, latar belakang penjualan tanah ini ialah karena dirinya telah melihat dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Zuckerberg dan istri kepada pulau tersebut.

"Mark dan Priscilla akan bertindak sebagai pengurus (pantai) Lepeuli, yang bertanggung jawab saat ini dan di masa depan," kata Pratt.

Di pernyataan terpisah, Zuck dan istrinya mengaku bersyukur telah dipercaya untuk menjaga kelestarian Pulau Kauai.

Pasangan tersebut mengatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk mempromosikan konservasi, menghasilkan pertanian berkelanjutan, dan melindungi satwa liar asli di pulau tersebut.

"Kami berharap dapat memperluas upaya tersebut ke Lepeuli dalam beberapa bulan mendatang," kata mereka, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Business Insider, Selasa (11/5/2021).

Baca juga: Mark Zuckerberg Jelaskan Mengapa Wajahnya Seputih Joker

Sebenarnya, Mark beserta keluarganya biasanya tinggal di Palo Alto California, AS, dekat dengan markas Facebook. Namun, selama pandemi ini, Mark dan keluarga terlihat mengunjungi rumahnya di Hawaii itu pada bulan Juni dan Desember 2020. 

Selama pandemi ini, pasangan dengan dua orang putri itu berkomitmen mengalokasikan 5,2 juta dollar AS (sekitar Rp 74 miliar) untuk membantu pulau tersebut menghadapi pandemi serta membantu program pekerjaan bagi penduduk Kauai.

Kontroversi

Pada 2014 silam, Zuck dan istri telah membeli tanah seluas 750 hektar di Pulai Kauai, seharga 100 juta dollar AS. Tanah tersebut terdiri dari lahan bekas perkebunan tebu seluas 357 hektar, dan sebagian pantai Pila'a seluas 393 hektar.

Pada Juni 2016, Zuckerberg rupanya membangun tembok setinggi 2 meter di sekeliling tanah kepunyaannya di daerah tersebut. Warga setempat pun dongkol karena tembok tersebut menghalangi pandangan ke pantai dari sebuah jalan.

Seorang manajer yang menangani konstruksi di tempat tersebut, Shawn Smith, berkilah dengan mengatakan bahwa tembok dibangun untuk meredam suara yang datang dari jalanan.

Tak berselang lama, Zuck kembali terlibat kontroversi. Kali ini soal sengketa tanah warisan. Ternyata tanah seluas 283 hektar yang dibeli Zuck pada 2014 itu beririsan dengan lahan milik garis keturunan warga setempat, bernama Manuel Rapozo.

Baca juga: Rumah Virtual Ini Terjual Seharga Rp 7,2 Miliar

Zuck pun lantas mengajukan tuntutan hukum kepada 300 warga di Pulau Kauai, Hawaii, AS. Dari segi hukum, lahan itu masih menjadi hak dari keturunan Rapozo. Nilainya sendiri diestimasikan senilai 1,1 juta dollar AS atau setara Rp 14 miliar.

Untuk mengamankan lahannya, Zuckerberg pun menggunakan manuver hukum yang dinamakan "quite title and partition". Manuver tersebut mendorong para pemilik lahan yang tak dikembangkan untuk menjual lahannya ke publik melalui mekanisme lelang.

Namun, pada akhirnya Zuck membatalkan tuntutannya tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.