Daftar Negara dengan Harga Kuota Data Internet Termahal dan Termurah

Kompas.com - 14/05/2021, 12:23 WIB
  1. Guinea Khatulitiwa - 49,67 dollar AS (sekitar Rp 706.000)]
  2. São Tomé dan Príncipe - 30,97 dollar AS (sekitar Rp 440.000)
  3. Malawi - 25,46 dollar AS (sekitar Rp 362.000)
  4. Chad - 23,33 dollar AS (sekitar Rp 331.000)
  5. Namibia - 22,37 dollar AS (sekitar Rp 318.000)
  6. Turkmenistan - 21,41 dollar AS (sekitar Rp 304.000)
  7. Tokelau - 20,48 dollar AS (sekitar Rp 291.000)
  8. Bermuda - 19,80 dollar AS (sekitar Rp 281.000)
  9. Yaman - 15,98 dollar AS (sekitar Rp 227.000)
  10. Kepulauan Cayman - 11,97 dollar AS (sekitar Rp 170.000)

10 Negara dengan harga data seluler per GB paling murah di dunia

  1. Israel - 0,05 dollar AS (sekitar Rp 711)
  2. Kirgistan - 0,15 dollar AS (sekitar Rp 2.100)
  3. Fiji - 0,19 dollar AS (sekitar Rp 2.700)
  4. Italia - 0,27 dollar AS (sekitar Rp 3.800)
  5. Sudan - 0,27 dollar AS (sekitar Rp 3.800)
  6. Rusia - 0,29 dollar AS (sekitar Rp 4.100)
  7. Moldova - 0,32 dollar AS (sekitar Rp 4.550)
  8. Bangladesh - 0,34 dollar AS (sekitar Rp 4.800)
  9. Sri Lanka - 0,38 dollar AS (sekitar Rp 5.400)
  10. Chili - 0,39 dollar AS (sekitar Rp 5.500)

Daftar negara dengan harga kuota internet termurah dan termahal selengkapnya dapat dilihat melalui tautan berikut.

Faktor-faktor di balik harga murah dan mahal kuota paket internet

Menurut Analis telekomunikasi konsumen Cable, Dan Howdle, harga data internet mobile di sebuah negara dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti insfrastruktur pendukung.

Negara dengan harga kuota internet murah memiliki infrastruktur seluler dan broadband tetap yang sangat baik. Penyedia layanan internet pun dapat menawarkan data dalam jumlah besar sehingga ikut menurunkan harga per GB.

Baca juga: Google Meet Punya Fitur Penghemat Kuota Data, Begini Cara Memakainya

Di negara-negara yang harga kuota datanya mahal, infrastruktur layanan internetnya bisa jadi tidak terlalu bagus dan konsumsinya pun sedikit. 

"Orang sering kali membeli paket data yang hanya berukuran puluhan megabyte, tak sampai gigabyte, pada satu waktu. Ini membuat data yang harus dibeli lebih mahal," kata Howdle.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Banyak negara sebenarnya memiliki infrastruktur yang baik dan pasar seluler yang kompetitif, dan meskipun harga mereka tidak termasuk yang termurah di dunia, mereka belum tentu dianggap mahal oleh konsumennya,” lanjut dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.