Samsung Galaxy A52 dan A72 Dikabarkan Terimbas Kelangkaan Chip Global

Kompas.com - 17/05/2021, 10:21 WIB
Samsung Galaxy A32 varian Awesome White (paling kiri), Galaxy A52 varian Awesome Black (tengah), dan Galaxy A72 varian Awesome Violet (paling kanan). SamsungSamsung Galaxy A32 varian Awesome White (paling kiri), Galaxy A52 varian Awesome Black (tengah), dan Galaxy A72 varian Awesome Violet (paling kanan).
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Kelangkaan chip global agaknya semakin berimbas terhadap Samsung. Setelah lini Galaxy Note besutannya dipastikan absen tahun ini, sekarang giliran Galaxy A52 dan Galaxy A72 disebut ikut terdampak.

Menurut situs berita The Elec dari Korea Selatan, rilis kedua ponsel menengah terbaru dari Samsung itu di beberapa negara terpaksa ditunda gara-gara masalah pasokan chip yang seret.

Lebih spesifiknya, jenis chip yang disinyalir mengalami kelangkaan adalah Snapdragon 720G dan 750G yang digunakan di model-model lini Galaxy A terbaru.

Baca juga: Resmi, Ini Harga Samsung Galaxy A32, A52, dan A72 di Indonesia

Manufaktur chip rancangan Qualcomm ini ditangani oleh Samsung Electronics dengan proses fabrikasi 8-nano Low Power Plus (LPP). Selain di ponsel-ponsel Samsung sendiri, Snapdragon 720G dan 750G juga digunakan di aneka smartphone dari brand lain.

Sumber industri mengatakan bahwa Galaxy A72 dan Galaxy A52 awalnya direncanakan sudah tersedia secara global pada akhir April. Namun, hingga kedua bulan Mei, baru wilayah Eropa dan beberapa negara lain saja yang sudah kebagian.

Amerika Serikat yang merupakan salah satu pasar terpenting untuk Samsung pun baru mendapat Galaxy A52 versi 5G saja. Padahal, Galaxy A72 diluncurkan dalam waktu yang sama di sana.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Membandingkan Samsung Galaxy A52 Vs Galaxy A51, Ini Bedanya

Kelangkaan chip antara lain diakibatkan oleh sejumlah masalah yang menimpa fasilitas produksinya. Pabrik Samsung Electronics di Austin, Texas, AS, misalnya, sempat ditutup karena gelombang cuaca dingin dan baru dibuka kembali pada akhir Maret lalu.

Kemudian, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Elec, Senin (17/5/2021), pabrik chip milik TSMC di Taiwan juga sempat dilanda masalah kekeringan dan terputusnya aliran listrik pada April lalu.



Sumber The Elec
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X