Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ikuti Instagram, Twitter Siapkan Fitur Belanja

Kompas.com - 30/07/2021, 06:35 WIB

Proyek pilot ini bertujuan untuk memahami bagaimana cara twitter mengarahkan percakapan seputar produk dari linimasa ke gerai online di platform mereka.

Baca juga: Twitter Ungkap Jumlah Permintaan Hapus Kicauan di Indonesia

Misalnya, ingin melihat apakah orang-orang ingin belanja setelah terinspirasi oleh percakapan online di tengah isu hangat, seperti penggemar olahraga yang membeli jersey.

Skenario lainnya adalah apakah Twitter bisa mengarahkan pengguna untuk melakukan pembelian produk yang bersifat jangka panjang, seperti perawatan kulit baru.

Dengan menggandeng brand dari berbagai latar belakang produk yang berbeda, Twitter akan terbantu untuk membandingkan data dan bisa mempelajari mana strategi yang paling sesuai.

Twitter mengatakan akan bekerja sama langsung dengan pebisnis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang mereka butuhkan. Kerja sama itu akan dilakukan melalui Merchant Advisory Board, yang terdiri dari merek-merek terbaik di kelasnya.

Pengguna diskusi produk di Twitter

Rencana Twitter untuk masuk ke tren social commerce sebenarnya sudah diumbar awal tahun ini. "Kami mulai untuk mengeksplorasi cara terbaik untuk mendukung jual-beli di Twitter," kata Revenue Product Lead Twitter, Bruce Falck.

Falck mengatakan pengguna Twitter mengakses platform mikroblogging itu untuk mendiskusikan sebuah produk. Beberapa pebisnis juga disebut sudah mengembangkan cara kreatif untuk berjualan di Twitter.

"Permintaan tersebut membuat kami percaya diri dalam menggabungkan percakapan real-time dengan keterlibatan dan intensi dari audiens.

Bayangkan mudahnya menemukan dan cepatnya pembelian produk perawatan kulit terbaru atau sneaker yang sedang tren dari sebuah brand yang Anda ikuti, dengan hanya beberapa klik," imbuh Falck.

Baca juga: Kicauan Suara di Twitter Kini Tampilkan Caption Otomatis

Sejak saat itu, Twitter memulai inisiatif di dunia e-commerce dengan meluncurkan fitur yang memungkinkan pebisnis menautkan link ke laman produk mereka secara instan, seperti yang ada di platform Shopify.

Eksekutif Twitter lainnya, yakni CFO Twitter, Ned Segal, juga pernah mengumbar rencana adanya fitur Shop di Twitter bulan Mei lalu karena banyak orang yang riset informasi di Twitter lebih dulu sebelum membeli produk.

Jika nanti fitur Shop Module sudah resmi secara global, maka pengguna internet akan semakin banyak disodori kemudahan berbelanja secara online.

Sejauh ini, WhatsApp, Facebook, dan Tiktok juga memiliki fitur khusus untuk belanja seperti Instagram. Fitur belanja di semua media sosial tersebut sudah bisa dicoba di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Sumber TechCrunch


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.