Kompas.com - 23/08/2021, 09:28 WIB

KOMPAS.com - Jejaring sosial berbasis audio, Clubhouse melakukan langkah preventif dengan menghapus foto dan informasi pribadi penggunanya di Afghanistan, yang tidak aktif dalam beberapa waktu.

Selain menghapus foto profil dan bio pengguna, Clubhouse juga membuat profil pengguna tersebut menjadi lebih sulit untuk ditemukan ketika diakses melalui kolom pencarian Clubhouse.

Juru bicara Clubhouse menjelaskan bahwa langkah ini tidak akan memengaruhi jumlah pengikut (follower) pengguna.

Baca juga: Tanda Popularitas Clubhouse Mulai Menurun

Pengguna yang foto profil dan bio-nya dihapus, nantinya dapat menambah bio atau menganti foto yang dinilai lebih aman.

Pengguna juga tetap bisa meminta Clubhouse menampilkan foto dan bio-nya, apabila mereka merasa tidak ada informasi yang perlu disembunyikan.

Menurut Clubhouse, langkah ini sengaja dilakukan demi menjaga privasi dan keamanan para pengguna, terutama setelah Taliban berhasil mengambil alih pemerintahan Afghanistan pada Minggu (15/8/2021).

Pasca-pergantian kekuasaan itu, masyarakat Afghanistan mulai berbondong-bondong menghapus foto dan informasi pribadi mereka di media sosial.

Baca juga: Daftar Clubhouse Kini Tak Perlu Undangan

Bahkan tak sedikit dari mereka yang juga ikut menghapus nomor telepon dan informasi lain yang memiliki keterkaitan dengan negara Barat, serta sistem pemerintahan Afghanistan sebelumnya.

Dihimpun KompasTekno dari The Verge, Senin (23/8/2021), ada puluhan ribu akun Clubhouse yang dihapus foto profil dan bio-nya, Clubhouse bahkan turut mengizinkan pengguna untuk menggunakan nama samaran.

Pihak perusahaan sendiri mengaku telah berkonsultasi dengan pakar kebebasan berekspresi dan ekstremisme kekerasan dalam rangka mewujudkan langkah preventif ini.

Baca juga: Facebook dan TikTok Blokir Konten Terkait Taliban

Tak hanya Clubhouse, sebelumnya beberapa platform media sosial lain juga telah mengambil langkah yang serupa. Facebook menegaskan bahwa mereka akan menghapus dan memblokir segala jenis konten terkait Taliban yang beredar di platformnya.

WhatsApp berusaha akan membantu meminimalisir konten terkait Taliban dengan memanfaatkan software AI, untuk meninjau informasi yang tidak terenkripsi, seperti nama pengguna, foto profil, dan deskripsi grup.

Sementara itu, TikTok berjanji akan menghapus segala jenis konten yang bersifat mendukung dan mengagungkan Taliban.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber The Verge


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Membuat Avatar WhatsApp di HP Android dan iPhone, Sudah Coba?

Cara Membuat Avatar WhatsApp di HP Android dan iPhone, Sudah Coba?

Software
Punya Nintendo Switch? Sebentar Lagi Kalian Bisa Main 'Call of Duty'

Punya Nintendo Switch? Sebentar Lagi Kalian Bisa Main "Call of Duty"

Software
Memotret Konser HITC Jakarta 2022 dengan Galaxy S22 Ultra

Memotret Konser HITC Jakarta 2022 dengan Galaxy S22 Ultra

Gadget
Program Bangkit 2023 dari Google Tahun Ini Terima Siswa SMK, Ini Link Daftarnya

Program Bangkit 2023 dari Google Tahun Ini Terima Siswa SMK, Ini Link Daftarnya

Gadget
Buat Akun Telegram Kini Bisa Tanpa Nomor HP SIM Card

Buat Akun Telegram Kini Bisa Tanpa Nomor HP SIM Card

Software
Muncul Menu Baru “Avatar” di Aplikasi WhatsApp, Apa Itu?

Muncul Menu Baru “Avatar” di Aplikasi WhatsApp, Apa Itu?

Software
Kami Bawa Samsung Galaxy Z Flip 4 ke Festival Musik HITC Jakarta 2022, Ini Rasanya

Kami Bawa Samsung Galaxy Z Flip 4 ke Festival Musik HITC Jakarta 2022, Ini Rasanya

Gadget
Telkomsel Rilis Paket 'Bundling' Langganan Kompas.id, Harga Rp 55.000

Telkomsel Rilis Paket "Bundling" Langganan Kompas.id, Harga Rp 55.000

Gadget
Instagram Reels dan Stories Fitur yang Digemari Gen Z di Indonesia

Instagram Reels dan Stories Fitur yang Digemari Gen Z di Indonesia

Internet
Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Software
Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

e-Business
Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet
Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

e-Business
YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

e-Business
[POPULER TEKNO] 'Rahasia' Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

[POPULER TEKNO] "Rahasia" Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.