Aturan E-sports PBESI Dinilai Mengandung Pasal "Salah Kamar"

Kompas.com - 25/08/2021, 07:02 WIB
Penulis Bill Clinten
|

Karena aturan dalam pasal 39 ayat 5 ini, indikasi monopoli di ranah e-sports pun, menurut Javier, sangat mungkin terjadi.

Pasalnya, PBESI mewajibkan publisher untuk mendaftarkan game mereka jika ingin beroperasi dan mengadakan kegiatan e-sports yang diakui di Indonesia.

"Harapan saya PBESI kedepannya bisa bekerja sama/memberikan kewenangan (perizinan game) tersebut kepada IGRS, selaku badan yg mengatur rating game di indonesia untuk menjalankan pasal tersebut," tambah Javier.

Baca juga: Aturan E-Sports PBESI di Indonesia Hanya Berlaku untuk Game Terdaftar

Pasal rancu

Selain ayat 5, ayat 7 dalam pasal 39 dalam aturan e-sports PBESI juga dinilai Javier masih rancu lantaran bisa menimbulkan multi interpretasi. Isi dari pasal 39 ayat 7 itu berbunyi:

Permohonan pengakuan sebagai Game Esports pada PBESI harus memiliki persyaratan:
a. Game tersebut sudah diterima oleh masyarakat Indonesia secara luas; dan
b. memiliki sistem pertandingan kompetitif antarpemain (player vs player) atau antartim (team vs team)

Javier mempermasalahkan poin a dalam ayat tersebut, di mana tidak dijelaskan kriteria game seperti apa yang "sudah diterima oleh masyarakat Indonesia secara luas".

"Namun, dari pernyataan pihak PBESI ketika acara Eksibisi Esports PON XX Papua 2021 kemarin, saya menangkapnya bahwa game yang diterima itu merupakan game yang dimainkan oleh masyarakat secara umum," tutur Javier.

Meski demikian, hal itu, menurut Javier, tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. Pasalnya, salah satu game e-sports yang dipertandingkan di PON XX Papua 2021 adalah eFootball PES 2021 versi konsol.

Pihak PBESI sendiri mengatakan bahwa eFootball PES 2021, beserta dua game lainnya untuk platform smartphone yaitu Free Fire dan Mobile Legends, dipilih karena tidak semua orang, terutama di pelosok daerah, memiliki PC.

Padahal, Javier mengklaim bahwa masyarakat lebih mudah mengakses PC dibanding konsol, sehingga poin a dalam pasal 39 ayat 7 tadi sangat mungkin untuk menimbulkan pertanyaan besar.

Baca juga: Free Fire, Mobile Legends, dan PES 2021 Akan Dipertandingkan di PON XX Papua

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.