Telegram Sindir Fitur Baru WhatsApp

Kompas.com - 08/09/2021, 13:09 WIB
ilustrasi aplikasi Telegram Social Media Todayilustrasi aplikasi Telegram
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - WhatsApp dan Telegram dua seteru yang kerap saling sindir di media sosial. Yang terbaru, Telegram melontarkan sindiran soal fitur WhatsApp untuk transfer chat dari iPhone (iOS) ke Android.

Padahal fitur tersebut baru saja hadir di WhatsApp, tapi dianggap ketinggalan zaman oleh Telegram. Sebab, Telegram sudah memiliki fitur serupa sejak beberapa tahun lalu melalui sinkronisasi cloud.

Baca juga: Fitur Transfer Chat WhatsApp iPhone ke Android Resmi, Samsung Kebagian Pertama

Dari pantauan KompasTekno, Rabu (8/9/2021), sindiran Telegram dilontarkan lewat sebuah twit reply ke akun resmi WhatsApp. Isinya animasi GIF dari film Jumanji, dengan tokoh lama yang bertanya "What year is it" setelah terlalu lama tersesat di hutan sehingga lupa tanggal.

Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, arti dari kutipan film tersebut adalah "Ini tahun berapa?", mengisyaratkan bahwa fitur anyar WhatsApp tadi terlambat meluncur atau ketinggalan zaman.

Telegram memang sudah lama memiliki fitur transfer dari iOS ke Android dan sebaliknya. Awal tahun ini, Telegram meluncurkan fitur untuk memindahkan riwayat obrolan dari aplikasi chat lain seperti WhatsApp, Line, hingga KakaoTalk.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Telegram dan WhatsApp saling sindir di media sosial

Ilustrasi WhatsAppThe Verge Ilustrasi WhatsApp

Ini bukan kali pertama Telegram menyindir WhatsApp. Sebelumnya, pada Mei lalu, Telegram sempat mengunggah twit berisi gambar perubahan ikon Recycle Bin Windows dari tahun ke tahun.

Baca juga: Telegram Makin Populer, Kini Telah Diunduh 1 Miliar Kali

Untuk "Recycle Bin" tahun 2021, tempat sampahnya dibuat memiliki logo WhatsApp, sementara logo Facebook tampak di antara tumpukan kertas bekas di dalamnya. Gambar itu seolah-olah menyarankan untuk meninggalkan WhatsApp dan Facebook selaku induknya.

Tak terima disindir, akun Twitter WhatsApp ketika itu balas menyerang dengan mengatakan bahwa enkripsi end-to-end Telegram tidak diaktifkan secara default. Telegram pun balik memukul dengan mengejek enkripsi WhatsApp yang nyatanya masih bisa diakses pihak lain.

Terlepas dari kelakuan WhatsApp dan Telegram di media sosial, keduanya memiliki basis pengguna dalam jumlah besar. Pengguna aktif bulanan WhatsApp mencapai kisaran 2 miliar -terbanyak di dunia- sementara Telegram sekitar 500 juta.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.