Ini Calon Direksi dan Komisaris Perusahaan Gabungan Indosat dan Tri

Kompas.com - 17/09/2021, 13:05 WIB
Ilustrasi merger Indosat Ooredoo-Hutchison Tri Indonesia. IstIlustrasi merger Indosat Ooredoo-Hutchison Tri Indonesia.

KOMPAS.com - Ooredoo Group dan CK Hutchison Holdings Limited resmi menggabungkan bisnis telekomunikasi mereka di Indonesia, yakni PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indoseia (Tri/H3I).

Penggabungan dua perusahaan itu melahirkan entitas bisnis baru bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison). Susunan direksi dan komisaris untuk Indosat Ooredoo Hutchison pun akan dibentuk.

Vikram Sinha yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur dan Kepala Komisioner Indosat Ooredoo, dinominasikan sebagai CEO Indosat Ooredoo Hutchison.

Sedangkan Nicky Lee yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Keuangan CK Hutchison Holdings, dicalonkan sebagai CFO Indosat Ooredoo Hutchison.

Untuk sementara, Ahmad Al-Neama dari Indosat masih akan menjabat sebagai President Director and CEO Indosat Ooredoo. Begitu pula CEO Tri Indonesia, Cliff Woo, yang masih bertugas hingga proses merger selesai.

Baca juga: Indosat dan Tri Merger, Ini Nama Baru Perusahaan

Jika disetujui, Ahmad Al-Neama dan Cliff Woo nantinya akan duduk di Dewan Komisaris Indosat Ooredoo Hutchison, sebagaimana keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (16/9/2021) malam.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indosat masih terdaftar di BEI

Setelah merger, entitas gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia, di mana Pemerintah Indonesia akan memegang 9,6 persen saham, sementara PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8 persen saham, dan pemegang saham publik lain memiliki sekitar 14,0 persen saham.

CK Hutchison akan mendapatkan 50 persen saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8 saham di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33 persen saham di Ooredoo Asia.

Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7 persen kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai 387 juta dollar AS (sekitar Rp 5,5 triliun).

Dari transaksi di atas, para pihak masing-masing akan memiliki 50 persen dari saham Ooredoo Asia yang akan berganti nama menjadi Ooredoo Hutchison Asia. Perusahaan akan memiliki 65,5 persen saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Hutchison di Indonesia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.