Kompas.com - 21/09/2021, 12:41 WIB
Ilustrasi mata uang kripto. SHUTTERSTOCKIlustrasi mata uang kripto.

KOMPAS.com - Pergerakan aset kripto melemah pada sesi perdagangan Senin (20/9/2021) malam. Harga Bitcoin, Ethereum, serta beberapa token populer DeFi (decentralized finance) anjlok hingga 16 persen.

Anjloknya harga Bitcoin dkk ini dipicu oleh kekhawatiran pasar global oleh potensi kebangkrutan yang dialami oleh Evergrande Group, perusahaan properti kedua terbesar di China.

Pada sesi perdagangan Senin (20/9/2021) sore, harga Bitcoin turun 8,1 persen, membuatnya diperdagangkan di harga sekitar 43.743 dollar AS (kira-kira Rp 622 juta).

Pantauan KompasTekno di situs Coindesk, pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (21/9/2021) pagi, harga Bitcoin kembali turun, bahkan sempat menyentuh level 40.400 dollar AS (sekitar Rp 574 juta). Membuat harga Bitcoin jatuh ke level terendah sejak awal Agustus lalu.

Namun, saat berita ini ditulis, harga Bitcoin berangsur naik dan kembali diperdagangkan di harga sekitar 42.800 dollar AS (sekitar Rp 608 juta).

Baca juga: Seperti Inilah Borosnya Listrik Penambangan Bitcoin

Harga Bitcoin anjlok dipicu oleh potensi kebangkrutan perusahaan Evergrande.Coindesk.com Harga Bitcoin anjlok dipicu oleh potensi kebangkrutan perusahaan Evergrande.
Selain berdampak pada Bitcoin, potensi kebangkrutan yang dialami Evergrande juga berimbas pada harga Ethereum, serta token populer DeFi seperti Cardano, Dogecoin, dan Polkadot.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harga Ethereum sempat diperdangkan di harga di bawah 3.000 dollar AS (sekitar Rp 42,6 juta), tepatnya 2.859 dollar AS (sekitar Rp 40,6 juta) pada Selasa pagi.

Sementara itu, harga Cardano dan Dogecoin terpantau turun lebih dari 10 persen selama 24 jam terakhir ini. Sedangkan, Polkadot turun sekitar 16 persen, menurut CoinMarketCap, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari AlJazeera, Selasa.

Anjlok gara-gara Evergrande?

Anjloknya harga Bitcoin dkk kemungkinan besar dipicu oleh kabar potensi kebangkrutan yang dialami oleh perusahaan properti raksasa asal China Evergrande Group.

Raksasa properti China ini tengah terlilit utang dalam dalam jumlah yang fantastis, mencapai lebih dari 310 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 4.408 triliun.

Halaman:


Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.