Kompas.com - 27/10/2021, 16:56 WIB
Ilustrasi Gojek. Dok Humas GojekIlustrasi Gojek.

KOMPAS.com - Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-11, Gojek mengungkapkan ambisinya untuk menjadi perusahaan nol emisi karbon pada 2030 mendatang.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Co-Founder sekaligus CEO Gojek, Kevin Aluwi dalam acara webinar bertajuk "Gojek Innovation Outlook" yang diselenggarakan hari ini, Rabu (27/10/2021).

"Salah satu komitmen kami adalah Gojek bisa jadi perusahaan yang nol emisi karbon alias carbon neutral pada 2030," kata Kevin.

Ia menambahkan, artinya, pada 2030 nanti, seluruh layanan di ekosistem Gojek diharapkan tidak lagi meninggalkan jejak karbon (carbon footprint) yang berkontribusi pada terjadinya perubahan iklim di bumi.

Baca juga: Ultah ke-11, Gojek Siapkan Fitur-fitur Baru Ini untuk Pengguna

Jejak karbon sendiri adalah jumlah emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari seluruh aktivitas seseorang atau entitas lain, termasuk gedung, perusahaan, negara, penyedia layanan digital, dan lainnya.

Jejak karbon mencakup emisi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil di pabrik, pemanas, transportasi, serta emisi yang diperlukan untuk menghasilkan listrik yang terkait dengan barang dan jasa yang dikonsumsi.

Uji coba GoRide Electric dengan motor listrik

Kevin tak memungkiri, layanan Gojek saat ini, terutama layanan GoRide, masih berkontribusi  terhadap peningkatan emisi karbon dioksida. Sebab, layanan GoRide masih menggunakan kendaraan motor konvensional.

Nah, untuk merealisasikan ambisinya sebagai perusahaan nol emisi karbon di 2030, Gojek telah menjalankan proyek pilot penggunaan kendaraan listrik selama dua tahun terakhir.

Pada proyek pilot ini, mitra driver Gojek diuji coba menggunakan kendaraan listrik ketika melayani konsumen.

"Kalau ingin mencapai target nol emisi karbon kami di 2030, maka pindah ke kendaraan listrik adalah suatu keharusan," kata Raditya Wibowo selaku Chief Transport Officer Gojek dalam kesempatan yang sama.

Layanan Gojek di Thailand.Dok. Gojek Layanan Gojek di Thailand.
Di tahun 2021, Kevin mengatakan, Gojek bekerja sama dengan Pertamina untuk melakukan pilot test penggunaan kendaraan listrik tahap kedua. Namun kali ini hanya fokus pada motor listik.

Pada tahap awal, Gojek melakukan uji coba dengan 500 unit motor listrik di daerah Jakarta Selatan. Secara bertahap Gojek meningkatkan skala uji coba dengan target awal sampai 5.000 unit motor listrik dan jarak tempuh menggunakan motor listrik sebanyak 1 juta kilometer.

Nantinya, pengguna setia Gojek bisa menggunakan layanan yang menggunakan motor seperti GoRide, GoFood, GoSend Instant, GoShop, GoMart, tapi dengan motor listrik.

Baca juga: Disebut Punya Konsumen Loyal, Ini Kata Bos Gojek

"Ini adalah inovasi yang paling keren menurut kami di 2021, sekaligus jadi salah satu proyek paling ambisius kami karena misi kami adalah menciptakan Indonesia yang bebas emisi karbon dari roda dua," kata Kevin.

"Kami harap, tahun ini dan tahun depan menjadi langkah yang signifikan ke arah sana," imbuh dia.

Komitmen zero waste GoFood

Selain jadi perusahaan carbon neutral, Gojek juga berkomintmen untuk menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan (sustainable). Kevin mengungkapkan, zero waste menjadi salah satu poin yang ada dalam janji berkelanjutan (sustainability pledge) perusahaan.

Hal ini mengingat, menurut Kevin, beberapa layanan Gojek seperti GoFood dan GoSend masih meninggalkan limbah sampah plastik yang jumlahnya tidak sedikit sampai saat ini. Limbah sampah ini pasti akan berdampak pada lingkungan.

"Karena itulah, kami akan terus mencari inovasi-inovasi baru agar layanan kami menjadi lebih sustainable, serta dapat menghilangkan atau menurunkan secara drastis sampah yang dihasilkan dari layanan kami," kata Kevin.

Untuk layanan GoFood sendiri, sudah ada beberapa langkah yang dilakukan untuk memenuhi janji zero waste.

Driver Gojek Ubadillah saat memberikan makanan pada warga yang pesan melalui aplikasi Go Food di JemberBAGUS SUPRIADI/KOMPAS.COM Driver Gojek Ubadillah saat memberikan makanan pada warga yang pesan melalui aplikasi Go Food di Jember
Chief Food Officer Gojek, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan layanan GoFood sudah mulai melakukan uji coba penggunaan kantong pastik yang mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan.

Menurut Catherine, kantong plastik masih menjadi elemen penting saat proses pengantaran makanan oleh mitra driver ke konsumen.

"Di lapangan, plastik masih diperlukan. Sebab, kalau diganti oleh paper bag akan mudah robek saat terkena cairan, seperti minuman yang dingin," kata Catherine yang juga hadir dalam webinar yang sama.

Ia menambahkan, Gojek juga sudah melakukan uji coba penggunaan tas khusus untuk mitra driver GoFood.

"Dengan tas ini, diharapkan bisa mengurangi penggunaan plastik sekaligus menjaga kualitas/kondisi makanan tetap baik selama proses pengantaran," kata Catherine.

Baca juga: Stiker di Instagram Stories Kini Bisa untuk Pesan Makanan lewat GoFood

Selain plastik, limbah yang mungkin dihasilkan dari layanan GoFood ini adalah terkait sisa makanan milik mitra pedagang.

"Kadang ada merchant yang memiliki sisa makanan ketika berjualan dalam satu hari. Sisa makanan ini kalau dibiarkan kan bakal jadi waste (limbah) juga," kata Catherine.

Untuk itu, Gojek juga akan berupaya menyediakan fitur promo semi flash sale yang bisa dimanfaatkan merchant untuk meminimalisir adanya sisa makanan ketika berjualan.

"Semi flash sale ini dapat ditentukan oleh merchant masing-masing dengan melihat kondisinya masing-masing," jelas Catherine.

"Jadi, sekiranya makanan bakal sisa, merchant bisa melakukan semi flash sale untuk mengurangi limbah sisa makanan sekaligus tetap mendapatkan pemasukan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.