Kompas.com - 26/01/2022, 16:31 WIB

Tak hanya itu, Nvidia juga menghadapi beberapa kendala regulasi di China karena ARM memiliki usaha patungan dengan ekuitas swasta, Hopu Investment.

Baca juga: Nvidia Akuisisi ARM dari SoftBank Senilai Rp 598 Triliun

Selain regulator, beberapa perusahaan teknologi seperti Qualcomm, Intel dan Google juga khawatir akuisisi ARM akan membatasi akses ke desain teknologi ARM.

Nvidia berupaya meyakinkan bahwa pihaknya akan menawarkan lisensi ARM kepada siapa pun yang tertarik dan mau membayar. Namun klaim tersebut belum mampu meyakinkan mereka maupun pemerintah.

Rencana Nvidia akuisisi ARM pertama kali diumumkan pada September 2020 dengan nilai kesepakatan 40 miliar dollar AS (Rp 573 triliun).

Nvidia awalnya berharap kesepakatan kedua perusahaan akan rampung pada Maret 2022. Namun jika kesepakatan ini benar-benar batal, ARM dan Softbank akan menerima biaya pembatalan senilai 2 miliar dollar AS (Rp 28,6 triliun).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.