Boeing Setop Beli Titanium dari Rusia, Airbus Tetap Lanjut

Kompas.com - 10/03/2022, 10:39 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah perusahaan penerbangan, seperti Boeing dan Airbus, memberikan sanksi ekonomi terhadap Rusia, akibat invasi yang dilakukan negara tersebut ke Ukraina.

Sebelum menyetop bisnisnya dengan Rusia, Boeing sendiri memiliki sebuah kontrak dengan perusahaan asal Rusia, yaitu VSMPO-AVISMA, untuk mengimpor logam yang berguna untuk produksi pesawat, yaitu titanium.

Bahan baku titanium ini digunakan untuk memproduksi berbagai komponen bagian pesawat, seperti komponen roda pendaratan (landing gear).

Dengan putusnya kontrak tersebut akibat efek dari sanksi AS tadi, Boeing mengatakan bahwa pihaknya tak khawatir kekurangan titanium lantaran sudah memiliki stok yang cukup.

Baca juga: Airbus dan Boeing Setop Kirim Suku Cadang Pesawat ke Rusia

“Boeing memiliki persediaan titanium yang cukup banyak, sebagai efek dari inisiatif kami beberapa tahun yang lalu untuk membedakan beragam bahan yang kami dapat dari aneka perusahaan global,” tulis Boeing di situs resminya.

“Saat ini, kami telah menyetop pembelian titanium dari Rusia dan persediaan titanium kami dipastikan akan cukup untuk produksi pesawat dalam jangka panjang,” imbuh Boeing.

Airbus tetap beli titanium dari Rusia

Sementara itu pabrikan pesawat Airbus mengatakan pihaknya terus memasok titanium dari Rusia dan negara lain, namun tidak membelinya secara langsung, melainkan dari pemasok tingkat pertama.

Baca juga: Film Downfall di Netflix Soroti MCAS Boeing Penyebab Lion Air JT610 Jatuh

Landing gear peasawat Boeing 737.Twitter/golfcharlie232 Landing gear peasawat Boeing 737.

"Semuanya sesuai dengan sanksi," ujar perwakilan Airbus, dikutip KompasTekno dari Reuters, Kamis (10/3/2022).

Airbus juga mengatakan bahwa mereka bergantung pada Rusia untuk setengah dari keseluruhan kebutuhan titaniumnya.

Sumber industri mengatakan Airbus menerima titanium Rusia terutama dari VSMPO-AVISMA dengan beberapa bagian titanium untuk komponen landing gear, yang dipasok oleh Hydromash yang berbasis di Nizhny Novgorod.

Halaman:
Sumber Reuters


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.