Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu "Tinder Swindler" yang Ramai di Twitter?

Kompas.com - 18/03/2022, 13:45 WIB
Soffya Ranti,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Belakangan, istilah "Tinder Swindler" menjadi perbincangan warganet Indonesia, terutama di platform mikroblogging Twitter. Beberapa di antaranya bahkan sempat menulis "Tinder Swindler versi Indonesia".

Dari penelusuran KompasTekno, istilah "Tinder Swindler" ataupun Tinder Swindler versi Indonesia, rupanya bermula dari beberapa thread (utas), seperti yang diunggah akun ini atau akun ini

Thread tersebut sama-sama menyematkan label "Tinder Swindler versi Indonesia" untuk pria yang dikenal lewat aplikasi kencan online (dating apps), Tinder. Namun, pria tersebut rupanya menipu dan meminjam uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Baca juga: Tinder Sediakan Fitur Blokir Kontak Mantan, Begini Caranya

Lantas, mengapa pelaku dilabeli "Tinder Swindler versi Indonesia"? Apa sebenarnya arti "Tinder Swindler"?

Film dokumenter Netflix

Istilah "Tinder Swindler" sejatinya adalah sebuah judul film dokumenter orisinil yang tayang di platform video on demand, Netflix dengan judul "The Tinder Swindler".

Film The Tinder Swindler mulai tayang bulan Februari lalu dan sukses menyita perhatian banyak penonton seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Serial ini bahkan sempat menduduki jajaran trending serial Netflix.

Hampir sama seperti yang dikisahkan dalam beberapa therad Twitter di atas, The Tinder Swindler sendiri menceritakan kisah penipuan yang dilakukan oleh pria asal Israel yang mengaku bernama Simon Leviev.

Baca juga: Tinder Blokir Akun Simon Leviev Setelah Film Tinder Swindler Tayang di Netflix

Leviev menipu beberapa wanita yang ditemuinya melalui aplikasi kencan Tinder. Baik di Tinder maupun saat bertemu secara langsung, Simon memamerkan berbagai kekayaan dan kemewahan pada wanita yang dikencani.

Singkat cerita, setelah para wanita tersebut luluh dan terpikat, ia mulai membujuk pasangan yang dikencaninya untuk mengirim beberapa uang dengan berbagai alasan yang membuat korban mempercainya.

Lantaran kisah yang hampir sama dengan film The Tinder Swindler itulah, para korban yang menceritakan kisahnya di Twitter, menjuluki pelaku penipuan sebagai "Tinder Swindler" yang dalam bahasa Indonesia, diartikan sebagai "penipu di Tinder".

Baca juga: Pakistan Blokir Tinder dan Sejumlah Aplikasi Kencan Lainnya

Tidak menutup kemungkinan, istilah "Tinder Swindler versi Indonesia" masih akan muncul di media sosial seperti Twitter, selama kisah serupa diungkapkan korban di dunia maya.

Berkaca dari beberapa kasus "Tinder Swindler", ada baiknya untuk lebih waspada saat mengenal orang baru di media sosial, terutama jika ingin mencari pasangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Infinix Pamer Desain Punggung HP dengan Bintik Warna yang Bisa Diubah

Infinix Pamer Desain Punggung HP dengan Bintik Warna yang Bisa Diubah

Gadget
Harga Bitcoin 'To the Moon' Tembus Rp 903 Juta, Ini Penyebabnya

Harga Bitcoin "To the Moon" Tembus Rp 903 Juta, Ini Penyebabnya

e-Business
Ramai soal Gmail Bakal Ditutup Tahun Ini, Ini Faktanya

Ramai soal Gmail Bakal Ditutup Tahun Ini, Ini Faktanya

Internet
Smartphone Tecno Spark 20 Pro dan Spark 20 Pro Plus Resmi di Indonesia, Harga mulai Rp 2 Jutaan

Smartphone Tecno Spark 20 Pro dan Spark 20 Pro Plus Resmi di Indonesia, Harga mulai Rp 2 Jutaan

Gadget
Qualcomm Umumkan Platform 5G Fixed Wireless Access Ultra Gen 3, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Qualcomm Umumkan Platform 5G Fixed Wireless Access Ultra Gen 3, Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Gadget
Telkomsel-ZTE Uji Coba Teknologi 5G-A dan Layanan Jaringan Berbasis AI

Telkomsel-ZTE Uji Coba Teknologi 5G-A dan Layanan Jaringan Berbasis AI

e-Business
Melihat dari Dekat Mobil Listrik Xiaomi SU7 Max di MWC Barcelona

Melihat dari Dekat Mobil Listrik Xiaomi SU7 Max di MWC Barcelona

Hardware
9 Fitur Baru Android yang Segera Rilis, Salah Satunya Bisa Corat-coret Dokumen

9 Fitur Baru Android yang Segera Rilis, Salah Satunya Bisa Corat-coret Dokumen

Software
RFID Jadi Solusi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang Tepat Sasaran

RFID Jadi Solusi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang Tepat Sasaran

e-Business
Nvidia Rilis RTX 500 dan RTX 1000, Kartu Grafis Bertenaga AI untuk Laptop Tipis

Nvidia Rilis RTX 500 dan RTX 1000, Kartu Grafis Bertenaga AI untuk Laptop Tipis

Hardware
Menjajal Kebolehan Chipset MediaTek Dimensity 9300, Bisa Bikin Video AI Real-time Tanpa Internet

Menjajal Kebolehan Chipset MediaTek Dimensity 9300, Bisa Bikin Video AI Real-time Tanpa Internet

Hardware
Melihat 'Booth' ZTE di MWC Barcelona 2024, Luas dan Ada 4 Zona Teknologi

Melihat "Booth" ZTE di MWC Barcelona 2024, Luas dan Ada 4 Zona Teknologi

e-Business
Tecno Pova 6 Pro Resmi, Smartphone Gaming dengan Baterai 6.000 mAh

Tecno Pova 6 Pro Resmi, Smartphone Gaming dengan Baterai 6.000 mAh

Gadget
Xiaomi Umumkan Daftar Terbaru Perangkat yang Kebagian HyperOS, Ada Redmi Pad SE

Xiaomi Umumkan Daftar Terbaru Perangkat yang Kebagian HyperOS, Ada Redmi Pad SE

Gadget
Topologi Tree: Pengertian, Fungsi, Jenis, Karakteristik, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Topologi Tree: Pengertian, Fungsi, Jenis, Karakteristik, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Hardware
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com