Kompas.com - 11/07/2022, 07:54 WIB

KOMPAS.com - Facebook dan Instagram kembali terancam harus menghentikan layanannya di Eropa pada musim panas ini (sekitar air Juni-September). Hal ini dikarenakan Komisi Perlindungan Data di Irlandia sepakat melarang Facebook mengirim data pengguna dari Eropa ke AS.

Undang-undang privasi data baru Irlandia ini sudah dikirim ke para regulator perlindungan data di Eropa untuk mendapatkan persetujuan.

Jika Facebook, Instagram, dan perusahaan AS lain yang bisnisnya melibatkan pengiriman data dari Eropa ke AS, ingin tetap beroperasi di Eropa, mereka harus menunggu kesepakatan baru antar AS-Eropa soal data transfer ini.

Baca juga: Eropa Desak Apple Sediakan Alternatif App Store di iPhone

Perwakilan AS dan Uni Eropa (UE) sendiri telah bertemu untuk membahas masalah ini pada Maret lalu, namun masih di tingkat politik. Namun negosiasi ini dikabarkan macet dan disebut baru bisa terealisasi akhir tahun ini.

Perwakilan Data Protection Commission (DPC) Irlandia mengonfirmasi bahwa rancangan dari kesepakatan sudah dikirim ke pihak regulator di negara-negara Eropa lainnya, yang kini punya waktu sebulan untuk memberi masukan.

"Draf keputusan yang akan ditinjau oleh Otoritas Perlindungan Data Eropa ini berkaitan dengan konflik hukum UE dan AS yang sedang dalam proses penyelesaian," kata juru bicara Meta dihimpun KompasTekno dari Politico, Senin (11/7/2022).

"Kami menyambut baik kesepakatan baru UE-AS membuat kerangka hukum baru yang akan memungkinkan transfer data lintas negara tetap berjalan, dan kami berharap kerangka kerja ini akan memungkinkan kami untuk menjaga keluarga, komunitas, dan ekonomi tetap terhubung," lanjut Meta.

Baca juga: Google, Facebook, dkk Wajib Ungkap Rahasia Algoritmanya di Eropa

Facebook sendiri tidak dapat bergantung lagi ada klausul kontrak standar (standard contractual clauses/SCC) sebelumnya, karena pengadilan Eropa pada 2020 lalu menganulir perjanjian internasional (pakta) UE-ASyang bernama “Privacy Shield”.

Masalah keamanan data

Pihak Eropa sangat mengkhawatirkan keamanan data pengguna Facebook dan Instagram yang ditransfer dari Eropa ke AS.

Meta dan perusahaan AS lainnya perlu tunduk pada regulasi “Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Uni Eropa agar bisa beroperasi di sana.

Halaman:
Sumber Politico


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.