Menkominfo Sebut Insiden Kebocoran Data Itu Tugas BSSN

Kompas.com - Diperbarui 08/09/2022, 10:46 WIB

KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika baru saja selesai melakukan rapat kerja (raker) bersama Komisi I DPR RI, hari ini, Rabu (7/9/2022). 

Raker tersebut disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube Komisi I DPR RI Channel dan saluran TVR Parlemen. Adapun agenda raker tersebut adalah pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Kominfo Tahun Anggaran 2023, serta membahas isu-isu faktual.

Saat agenda pembahasan isu-isu aktual, beberapa anggota Komisi I menanyakan perihal insiden kebocoran data yang terjadi terus menerus dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Baca juga: Pesan Balasan Hacker untuk Kominfo, Stop Being an Idiot

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, setidaknya ada empat laporan dugaan kebocoran data yang terjadi di Indonesia, mulai dari kebocoran data pelanggan IndiHome, data pelanggan PLN, 1,3 miliar data kartu SIM, dan 105 juta data kependudukan warga Indonesia.

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin, misalnya, bertanya secara langsung kepada Menteri kominfo Johnny G. Plate soal kejelasan kasus kebocoran data yang terjadi belakangan ini.

Anggota Komisi I lainnya juga sempat mempertanyakan bagaimana rencana Kominfo untuk menanggulangi kasus peretasan dan pencurian data, hingga rencana soal penjagaan keamanan Pusat Data Nasional.

Bukan tugas Kominfo

Johnny tak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara langsung. Ia hanya menegaskan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan serangan siber bukanlah tugas pokok Kominfo, melainkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

"Di bawah PP 71 Tahun 2019 terhadap semua serangan siber, leading sector dan domain penting tugas pokok dan fungsi, bukan ada di Kominfo. Semua serangan siber atas ruang digital kita menjadi domain teknis BSSN," kata Johnny di raker bersama Komisi I DPR RI, sebagaimana dikutip dari YouTube TVR Parlemen, Rabu (7/9/2022).

Baca juga: 1,3 Miliar Data SIM Card Diduga Bocor, Begini Respons 3 Opsel dan Kominfo

Johnny menambahkan, selama ini, Kominfo banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan perihal kebocoran data hanya agar publik mengetahuinya.

"Kami menjawab itu semuanya hanya agar publik mengetahuinya, tapi bukan menjadi domain dan tugasnya Kominfo dalam kaitan dengan hal-hal teknis serangan siber. Serangan siber sepenuhnya domain (tanggung jawab) BSSN," kata Menkominfo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.