Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perguruan Tinggi di AS Blokir TikTok, Mahasiswa: Gak Ngaruh!

Kompas.com - 17/01/2023, 17:04 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) tengah gencar melakukan pemblokiran terhadap aplikasi TikTok. Laporan terbaru, ada 28 universitas dan perguruan tinggi negeri di negara bagian Oklahoma, Alabama, dan Georgia memblokir aplikasi TikTok dari komputer dan jaringan WiFi kampus.

Pemblokiran TikTok di perguruan tinggi negeri Amerika Serikat itu terjadi tak lama setelah US House of Representatives atau "DPR"-nya AS, melarang penggunaan TikTok di HP pemerintah yang digunakan staff.

Arahan tersebut dikeluarkan oleh kepala administrasi DPR AS, Catherine L. Szpindor melalui sebuah memo internal pada akhir Desember 2022.

Baca juga: Orang Indonesia Paling Lama Main HP Sedunia, Doyan Nonton TikTok, Reels, dkk

Arahan tersebut mengikuti beberapa upaya lain untuk membatasi penggunaan TikTok di AS. Adapun kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran aplikasi TikTok dapat melacak dan memata-matai orang-orang di AS.

Pemblokiran TikTok itu ternyata juga diterapkan di sejumlah perguruan tinggi negeri seperti di Universitas Oklahoma dan Universitas Auburn, misalnya.

Setelah pemblokiran, mahasiswa di kampus tersebut tidak bisa mengakses konten video pendek di TikTok melalui komputer dan WiFi kampus.

Menurut laporan The New York Times, sejumlah mahasiswa di Universitas Auburn baru mengetahui soal pemblokiran TikTok dari e-mail kampus.

E-mail tersebut berisi pengumuman larangan TikTok yang disebut sebagai upaya "untuk melindungi informasi berharga dan untuk mengurangi kemungkinan ancaman keamanan dunia maya yang terkait dengan penggunaan TikTok".

Dalam e-mail pemberitahuan itu, pihak kampus mengingatkan mahasiswa bahwa mereka masih dapat menggunakan aplikasi pada perangkat pribadi mereka atau bahkan perangkat yang disediakan oleh Auburn selama mereka menggunakan data seluler mereka sendiri.

Pemblokiran TikTok ini pun ditanggapi dengan nada yang beragam dari mahasiswa. Sebagian mahasiswa Universitas Auburn mengaku tidak terpengaruh dengan pemblokiran.

Sebab, mereka masih bisa mengakses TikTok dengan bebas di ponsel pribadinya dengan koneksi data seluler.

Di saat yang bersamaan, mereka kesal karena mengakses TikTok menjadi ribet. Pasalnya, mereka kini harus pindah dari koneksi WiFi kampus ke data seluler demi bisa melihat video FYP TikTok.

Namun, lain cerita soal media kampus Auburn. Menurut The New York Time, stasiun televisi kampus Auburn kemungkinan juga akan menghapus akun TikToknya. Lalu, akun TikTok resmi untuk tim football Auburn Tigers juga sudah vakum memposting sejak 2 Desember.

Baca juga: Viral di TikTok iPhone 16 Pro Max dengan Lima Kamera, Benarkah Ada? Begini Faktanya

Tanggapan TikTok

TikTok mengaku kecewa dengan pembatasan aplikasi di sejumlah perguruan tinggi negeri di AS tersebut.

“Kami kecewa karena begitu banyak negara bagian ikut-ikutan politik. Pemberlakukan kebijakan yang tidak berdasar tentang TikTok ini tidak bermanfaat untuk memajukan keamanan siber di negara bagian tersebut mereka dan ,” kata juru bicara TikTok, Jamal Brown, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The New York Times, Selasa (17/1/2023).

TikTok juga menyesalkan bahwa mahasiswa harus menerima konsekuensi dari pemblokiran TikTok dari WiFi dan komputer kampus. Padahal, mahasiswa menjadikan TikTok sebagai media hiburan, termasuk untuk mengabadikan momen-momen di kampus.

Sebelumnya diwartakan, TikTok berjanji untuk "secara sungguh-sungguh mengatasi setiap masalah keamanan yang telah disorot baik di tingkat federal maupun negara bagian".

 

Pada 23 Desember lalu, investigasi internal menemukan bahwa beberapa karyawan ByteDance (induk TikTok) telah mengakses data TikTok milik jurnalis AS.

Padahal, sebelum-sebelumnya, TikTok mengeklaim pihaknya tidak pernah digunakan untuk menargetkan individu seperti anggota pemerintah AS atau jurnalis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com