Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramai Konten Nenek Mandi Lumpur, Kominfo Tunggu Surat Kemensos, TikTok Imbau "Report"

Kompas.com - 20/01/2023, 13:54 WIB

KOMPAS.com - Polisi akhirnya menemukan pemilik akun TikTok dengan handle @intan_komalasari92 yang kerap mengunggah konten video live streaming (siaran langsung) nenek mandi lumpur. Konten itu disiarkan untuk mendapat gift (hadiah) dengan memanfaatkan wanita paruh baya hingga lansia sebagai "talent".

Tujuannya tak lain memancing rasa belas kasih dari penonton live streaming sehingga mau memberikan gift berupa stiker TikTok. Untuk diketahui, penonton live streaming di TikTok bisa memberikan gift berupa sticker berbayar, yang nantinya bisa ditarik oleh kreator.

Akun TikTok yang menayangkan nenek mandi lumpur itu rupanya dikelola oleh pasangan suami istri, masing-masing berinisial SAH dan IK. Keduanya tinggal di Desa Setanggor, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto pada Rabu (18/1/2023) mengatakan kepada Kompas.com bahwa, keduanya kini sedang diperiksa Polres Lombok Tengah. Selain pemilik akun, Polisi juga mengantongi identitas "talent" dalam video nenek mandi lumpur yang tayang di akun TikTok @intan_komalasari92.

Baca juga: Akhirnya Pemilik Akun TikTok Nenek Mandi Lumpur Diperiksa Polisi

Mereka adalah LS (49), IR (54), dan HRT (43), di mana ketiganya memiliki hubungan keluarga dengan pemilik akun.

"Berdasarkan hasil klarifikasi dari sejumlah warga bahwa yang tampil pada akun TikTok tersebut tanpa ada paksaan dan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari gift (hadiah) yang diberikan oleh penonton dengan kesepakatan bagi hasil dengan pengelola akun TikTok," kata Artanto kepada Kompas.com.

Kendati demikian, Polda NTB tetap akan menyelidiki kasus ini agar tercipta ketertiban dan keamanan di wilayah tersebut.

"Hal ini dapat menimbulkan kegaduhan dan salah persepsi dari warga sehingga dapat mengganggu kamtibmas," kata Artanto.

Kemensos turun tangan

Sebagian warganet menganggap tayangan live streaming nenek mandi lumpur sebagai praktik "ngemis online" di media sosial. Kementerian sosial (Kemensos) pun lantas turun tangan untuk ikut menindak fenomena "ngemis online" ini dengan menerbitkan surat edaran (SE) yang ditujukan ke pemerintah daerah (Pemda).

Surat edaran tersebut bernomor 2 Tahun 2023 tentang Penertiban Kegiatan Eksploitasi dan/atau Kegiatan Mengemis yang Memanfaatkan Lanjut Usia, Anak, Penyandang Disabilitas, dan/atau Kelompok Rentan Lainnya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.