Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/01/2023, 10:04 WIB
Bill Clinten,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pada 20 Januari 2023 lalu, Google mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada setidaknya 12.000 karyawan mereka atau sekitar 6 persen dari total karyawan Google di dunia. 

Belasan ribu orang yang terkena PHK ini kabarnya berasal dari berbagai divisi. Salah satunya adalah Dan Lanigan-Ryan, mantan karyawan Google yang tadinya bekerja sebagai human resource development (HRD) di divisi Google Cloud.

Ryan bercerita bahwa ia di-PHK saat melakukan wawancara (interview) online dengan salah satu kandidat karyawan Google.

Ryan mengatakan, saat ia mewawancarai seorang kandidat, secara tiba-tiba akses yang ia gunakan terputus. Ia kemudian mencoba masuk ke situs web internal perusahaan, namun gagal.

Ryan bukan satu-satunya di tim HRD yang menghadapi masalah tersebut. Anggota lain dari timnya juga mengeluh masalah yang sama.

Ketika akses terhadap layanan karyawan Google diputus, atasan Ryan mengatakan bahwa hal itu mungkin terjadi karena masalah teknis atau ada kendala internet.

Namun beberapa saat kemudian, Ryan mengetahui fakta bahwa Google resmi mengumumkan PHK terhadap 12.000 karyawan mereka melalui sebuah e-mail pemberitahuan. 

Baca juga: Viral di TikTok, Curhatan Karyawan Google yang Di-PHK, Dipecat Saat Perjalanan Bisnis

"Saya langsung diblokir dari semua akses kantor di tengah-tengah proses interview. Kemudian sekitar 15-20 menit setelahnya, saya membaca berita bahwa Google ternyata melakukan PHK terhadap 12.000 karyawan," ujar Ryan, dikutip KompasTekno dari IndiaToday, senin (30/1/2023).

Dalam sebuah postingan LinkedIn, Ryan juga mengaku bahwa pemutusan akses sistem kantor ini memang dilakukan secara tiba-tiba, tidak melihat situasi dan kondisi atau waktu jam kerja. 

Ryan melanjutkan, PHK yang dilakukan Google terhadap dirinya dilakukan setelah ada pembicaraan soal kenaikan gaji. Karena hal ini, ia merasa terjebak akan tawaran kenaikan gaji tersebut. 

"Kontrak saya sebenarnya diperpanjang selama satu tahun ke depan, dan minggu lalu, saya baru saja mendapat tawaran kenaikan gaji. Namun, saya tidak tahu itu ternyata mungkin jebakan," jelas Ryan.

Ryan sendiri bekerja sebagai tenaga kontrak melalui headhunter Morgan McKinley di kantor Google di Dublin, Irlandia, sejak November 2021. Dia mengatakan bahwa meskipun dia dibayar melalui Morgan McKinley, semua pekerjaan yang dilakukan adalah untuk Google.

"Saya adalah anggota tim Google," kata Ryan.

Karyawan lain dipecat saat perjalanan bisnis

Tulisan Google menghiasi salah satu sudut kantor Google Asia Pasifik di Singapura, Selasa (13/12/2022).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan Tulisan Google menghiasi salah satu sudut kantor Google Asia Pasifik di Singapura, Selasa (13/12/2022).
Selain Ryan, ada beberapa karyawan Google lainnya yang juga dipecat di tengah pekerjaan mereka, salah satunya adalah Kimberly Diaz yang sebelumnya menjabat sebagai Global Partner Lead, Retail, Fashion & Branded Apparel di YouTube.

Diaz dipecat pada saat ia melakukan perjalanan bisnis ke Florida, AS untuk bertemu dengan salah satu kliennya. Diaz dan klien tersebut menjadwalkan pertemuan pada Jumat (20/1/2023), hari di mana Google mengumumkan PHK.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com