Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IDC: Pasar Smartphone Indonesia Lesu, Turun 14 Persen pada 2022

Kompas.com - 20/02/2023, 08:02 WIB
Caroline Saskia,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

Sumber IDC

KOMPAS.com - Firma riset pasar International Data Corporation (IDC) menerbitkan laporan terbaru terkait kondisi pasar smartphone di Indonesia.

Menurut IDC, pasar smartphone di Indonesia turun 14,3 persen pada 2022, dari pengiriman ponsel tahun 2021 yang mencapai 40,9 juta unit.

Jumlah pengiriman (shipment) smartphone tercatat merosot menjadi 35 juta unit saja pada 2022. Penurunan ini disebut sebagai yang terbesar di Indonesia setelah tumbuh 13 tahun berturut-turut.

Pada kuartal IV-2022, pengiriman smartphone juga mengalami penurunan sebesar 17,6 persen year-on-year, sedangkan secara quarter-on-quater (QoQ), pasar smartphone mengalami pertumbuhan sebesar 3,9 persen dan menyentuh angka 8,5 juta unit.

Baca juga: Raih Market Share 27 Persen, Oppo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia

Kenaikan antarkuartal ini bisa terjadi karena sejumlah produsen smartphone merilis beberapa produk terbarunya dan melakukan upaya promosi. Namun, secara keseluruhan, kondisi permintaan konsumen terhadap smartphone di Indonesia masih tergolong lesu.

Sebab, pada paruh pertama 2022, produsen smartphone dilaporkan mengalami hambatan rantai pasokan, sehingga berdampak pada proses produksi perangkat.

Kemudian, paruh kedua atau semester-II 2022, terjadi penurunan daya beli konsumen sehingga membuat jumlah pengiriman ponsel ikut menurun.

Dalam laporan yang sama, penurunan yang dialami Indonesia turut membuat pangsa pasar smartphone pada 2022 turun dan setara dengan periode 2018 hingga 2019. Padahal, tiga tahun sebelumnya, pangsa pasar ini mampu menunjukkan performa yang cukup baik.

Tahun 2022 lalu tampaknya menjadi tahun yang penuh tantangan bagi sejumlah produsen smartphone. Faktor penawaran (supply) dan permintaan (demand) yang rendah semakin memberi tekanan yang cukup signifikan terhadap sektor ini.

Faktor lainnya yang turut memengaruhi penurunan pengiriman ponsel adalah inflasi. Sebagian besar masyarakat berpendapatan rendah mengetatkan pengeluarannya dengan mengutamakan kebutuhan pokok.

Selain itu, peralihan aktivitas yang mulai berjalan normal mendorong konsumen mengeluarkan uang untuk melakukan perjalanan, sama seperti sebelum pandemi.

Baca juga: Pasar Smartphone Dunia Merosot Tajam, Terburuk dalam Sejarah

Pertumbuhan HP berdasarkan segmen harga

ilustrasi smartphone AndroidTomsguide.com ilustrasi smartphone Android
Perangkat yang dibanderol di bawah 200 dollar AS (sekitar Rp 3,04 juta, estimasi kurs Rp 15.200) masih mendominasi pangsa pasar di Indonesia pada 2022.

Penjualan perangkat dengan harga tersebut berkontribusi sebesar 74 persen dari total pasar smartphone di Indonesia. Namun, segmen ini disebut paling kena imbas dari faktor-faktor yang sudah disebut di atas. Penurunan penjualan tercatat sebanyak 19,8 persen year-on-year.

“Para konsumen bakal lebih bijak mengatur pengeluarannya dan perusahaan akan lebih berhati-hati untuk mengatur stategi pendekatan mereka ke konsumen. Mengingat konsumen kelas bawah lebih cenderung memilih untuk memenuhi kebutuhan mereka di area lain,” jelas Associate Market Analyst IDC Indonesia, Vanessa Aurelia.

Adapun perangkat kelas menengah yang dijual di atas 200 dollar AS hingga di bawah 600 dollar AS (Rp 3,04 juta-Rp 8,9 jutaan), tercatat tumbuh sebanyak 3,6 persen dan dipimpin oleh ponsel bikinan Oppo.

Sedangkan, perangkat kelas atas (flagship) yang dibanderol di atas 600 dollar AS (di atas Rp 9 jutaan) memiliki performa yang cukup positif karena mampu tumbuh sebesar 36,9 persen year-on-year. Segmen ini dipimpin oleh Apple dan Samsung.

Melihat paparan data di atas, IDC memproyeksikan kondisi pasar smartphone di 2023 mendatang tidak akan mengalami kenaikan atau penurunan yang signifikan, alias datar-datar saja. Mentok-mentok, bila ada kenaikan pun hanya sebesar satu digit saja.

“Di masa mendatang, IDC memprediksi kondisi 2023 akan datar, atau setidaknya tumbuh sedikit sebanyak satu digit. Sebab, (produsen smartphone) harus bergelut dengan inflasi, pergerakan nilai tukar kurs, ketegangan geopolitik, dan kebijakan moneter,” jelas Vanessa.

“Segmen ponsel premium diharapkan bisa lebih tangguh karena konsumen bakal berfokus pada spesifikasi dan daya tahan perangkat yang lebih baik. Vendor smartphone juga (perlu) memperluas portofolio mereka dengan harga yang lebih tinggi,” lanjut Vanesa.

Baca juga: 5 Besar Merek Smartphone Dunia Tahun 2022, Samsung Teratas

5 besar vendor smartphone Indonesia kuartal IV-2022

IDC juga melaporkan 5 besar vendor ponsel di Indonesia. Kali ini, Oppo kembali menempati peringkat pertama dengan pangsa pasar sebesar 26,1 persen, naik 3,2 persen dibanding kuartal-III 2022.

Posisi kedua diduduki Samsung dengan pangsa pasar sebesar 21,8 persen yang naik 0,2 persen dari 21,6 persen di kuartal sebelumnya. Sedangkan, untuk posisi ketiga hingga kelima masing-masing disusul oleh Vivo (18,2 persen), Xiaomi (12,7 persen), dan Realme (11,7 persen).

Jika dibandingkan dengan kuartal-III 2022 lalu, Vivo turun 0,6 persen, Xiaomi turun 0,9 persen, sementara Realme tumbuh 0,7 persen. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah laporan 5 vendor smartphone terbesar di Indonesia untuk kuartal IV-2022 versi IDC.

Vendor Ponsel Pengiriman (shipment) kuartal IV-2022 Pangsa pasar (persentase)
Oppo 2,2 juta unit 26,1
Samsung 1,8 juta unit 21,8
Vivo 1,5 juta unit 18,2
Xiaomi 1,1 juta unit 12,7
Realme 1,0 juta unit 11,7
Lainnya 0,8 juta unit 9,6
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber IDC


Terkini Lainnya

Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Software
Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Internet
Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Software
HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

Gadget
Spotify Bisa Bikin 'Playlist' Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Spotify Bisa Bikin "Playlist" Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Software
Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Software
Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Software
2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

Software
3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

Gadget
Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Software
TikTok Notes, Inikah Aplikasi 'Pembunuh' Instagram?

TikTok Notes, Inikah Aplikasi "Pembunuh" Instagram?

Software
Fitur AI 'Circle to Search' Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Fitur AI "Circle to Search" Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Software
Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Gadget
Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com