Aturan Powerbank yang Boleh Dibawa Masuk ke Pesawat

Kompas.com - Diperbarui 25/08/2021, 10:02 WIB
Beda baterai, beda perlakuan. Aturan FAA mensyaratkan kriteria khusus untuk baterai lithium lantaran dinilai lebih berbahaya. Federal Aviation AdministrationBeda baterai, beda perlakuan. Aturan FAA mensyaratkan kriteria khusus untuk baterai lithium lantaran dinilai lebih berbahaya.
Penulis Oik Yusuf
|

Tak ada batasan jumlah unit yang bisa dibawa untuk baterai kecil berkapasitas di bawah 100 Wh dalam keadaan tidak terpasang ke perangkat elektronik (misalnya, powerbank dan baterai cadangan untuk smartphone, kamera, atau laptop).

Sementara, untuk kategori baterai sedang 100 Wh hingga 160 Wh dibatasi maksimal 2 unit.

Rawan terbakar

Aturan otoritas penerbangan AS (FAA) yang menjadi acuan maskapai-maskapai di seluruh dunia menyatakan bahwa baterai lithium dalam keadaan terpisah dari perangkat elektronik dan powerbank harus dibawa ke dalam kabin, tidak boleh dalam bagasi check-in. Hal ini juga berlaku di Indonesia.

Baterai lithium dalam keadaan terpasang di perangkat elektronik (laptop, kamera, dan lain-lain kecuali e-cigarette dan vaporizer), menurut aturan FAA, boleh dibawa dalam bagasi check in, asalkan perangkat yang bersangkutan dimatikan secara keseluruhan (bukan “sleep”) dan diamankan sehingga tak akan menyala tanpa sengaja.

Mangapa baterai lithium (lithium ion rechargeable dan lithium metal non-rechargeable) dilarang masuk bagasi check-in? Baterai dengan material kimia jenis ini sangat efisien dalam menyimpan daya sehingga banyak digunakan di perangkat elektronik modern, tapi juga rawan terbakar.

Apabila baterai lithium ditaruh dalam kargo pesawat di bagasi check-in, maka tak ada orang yang bisa menyadari apabila tiba-tiba terbakar hingga api sudah membesar dan membahayakan penerbangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di dalam kabin, kalaupun mendadak terbakar, paling tidak kejadiannya akan segera diketahui dan bisa ditindak oleh awak pesawat.

Misalnya saja seperti yang terjadi dalam penerbangan China Southern Airlines dari Guangzhou ke Shanghai akhir Februari lalu, di mana sebuah powerbank tiba-tiba dilalap api saat berada dalam tas di kompartemen overhead. (Baca: Video Kepanikan Penumpang Saat "Powerbank" Terbakar di Pesawat).

Berbeda dari baterai lithium, baterai Alkaline seperti yang umum berbentuk AA dan AAA, serta rechargeable berbasis Nickel Metal Hydride (NiMH) dan Nickel Cadmium (NiCad) kering boleh disimpan dalam bagasi check-in maupun di kabin.

Panduan selengkapnya dari FAA mengenai jenis baterai yang bisa dibawa di pesawat bisa dilihat di tautan ini.

Selain itu, masing-masing maskapai biasanya juga memiliki kebijakan sendiri terkait barang-barang berbahaya yang boleh dibawa dan tidak boleh dibawa dalam penerbangan.

Baca juga : Cara Menghemat Baterai Ini Malah Bikin Android Boros


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.