Arab Saudi Bantah Retas Ponsel Bos Amazon

Kompas.com - 23/01/2020, 13:57 WIB
CEO Amazon Jeff Bezos pinterestCEO Amazon Jeff Bezos

KOMPAS.com - Pemerintah Arab Saudi membantah kabar bahwa Pangeran Mohammed bin Salman terlibat dalam kasus peretasan ponsel pendiri dan pemilik Amazon, Jeff Bezos.

Bantahan ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Arab Saudi di Amerika Serikat melalui akun Twitter mereka @SaudiEmbassyUSA.

Dalam kicauannya, perwakilan pemerintah Arab Saudi mengatakan bahwa tudingan tersebut adalah hal konyol. Bahkan, mereka pun menegaskan akan melakukan investigasi.

"Kami akan melakukan investigasi terhadap klaim ini, sehingga kami bisa mengeluarkan semua faktanya," tulis Kedutaan Arab Saudi dalam Twitternya.

Sebelumnya, media internasional melaporkan hasil investigasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Rabu (22/1/2020).

Investigator PBB meyakini ada alasan yang kuat bahwa Pengaran Salman terlibat dalam kasus peretasan ponsel milik Bezos.

"Para ahli hak asasi manusia (HAM) PBB sangat prihatin dengan informasi yang mereka terima, mengindikasikan bahwa ada pelanggaran HAM internasional yang mendasar, akun WhatsApp milik Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi pada tahun 2018 mengggunakan spyware yang memungkinkan pengawasan terhadap pemilik The Washington Post dan CEO Amazon, Jeffery Bezos," tulis laporan PBB.

Sebagai informasi, Jeff Bezos mengakuisisi The Washington Post tahun 2013 lalu. Media ini menjadi sorotan pemerintah Arab Saudi sejak kasus pembunuhan jurnalis, Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 lalu.

Kashoggi, salah satu kolumnis Washington Post, diketahui kerap mengkritik pemerintahan Mohammed bin Salman.

Diretas lewat WhatsApp

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X