MediaTek Diduga Curangi Skor "Benchmark"

Kompas.com - 13/04/2020, 14:10 WIB
Ilustrasi chip MediaTek GSM InsiderIlustrasi chip MediaTek

KOMPAS.com - Kecurangan di dunia uji coba (benchmarksmartphone kembali terungkap. Alih-alih vendor, kini giliran pabrikan chip MediaTek, yang diduga mencurangi hasil benchmark beberapa ponsel yang memakai SoC bikinannya.

Dugaan ini mencuat dari laporan situs teknologi AnandTech, yang dirilis beberapa hari lalu. Laporan tersebut memaparkan temuan hasil benchmark ponsel Oppo Reno3 Pro versi Eropa, dan Oppo Reno3 5G versi China. 

Ketika performa ponsel tersebut diuji coba dengan aplikasi benchmarking PCMark, Reno3 Pro yang dibekali dengan SoC Helio P95 (12nm) ternyata lebih ngebut dibandingkan Reno3 5G, yang memakai chip Dimensity 1000L (7 nm).

Baca juga: Disebut Curangi Benchmark, Apa Kata Oppo dan Huawei?

Padahal, meski sama-sama baru, chip Dimensity 1000L memiliki konfigurasi prosesor high performance yang lebih anyar (Cortex-A77) dibanding Helio P95 (Cortex-A75).

Untuk menelusurinya lebih lanjut, AnandTech pun mengujinya dengan aplikasi PCMark versi khusus. Hasilnya, benar saja bahwa Oppo Reno3 Pro menunjukkan skor performa Work 2.0 lebih kecil (6.781 poin) dibanding skor Work 2.0 yang telah "dimanipulasi" (9.048 poin). 

Performa Oppo Reno3 Pro versi Eropa (Helio P95). Hasil di kiri adalah hasil sebenarnya, sementara hasil di sebelah kanan adalah angka benchmark yang dicurangi.AnandTech Performa Oppo Reno3 Pro versi Eropa (Helio P95). Hasil di kiri adalah hasil sebenarnya, sementara hasil di sebelah kanan adalah angka benchmark yang dicurangi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AnandTech pun sempat menguji ponsel Oppo Reno3 Pro versi China yang mengusung chip Snapdragon 765G bikinan Qualcomm, untuk mengetahui apakah Oppo menjadi pihak di balik kecurangan ini.

Hasilnya, Reno3 Pro versi China disebut AnandTech memiliki skor benchmark yang masuk akal, atau setara dengan hardware-nya, bahkan setelah diuji dengan aplikasi lain. Artinya, Oppo lepas dari tudingan.

File pemicu mode "sports"

Kode di dalam file yang memicu sports mode.AnandTech Kode di dalam file yang memicu sports mode.

Kecurigaan ini lantas mengerucut pada sebuah file yang tersimpan di dalam sistem ponsel Reno3, bernama "_whitelist_cfg.xml".  

Di dalamnya, ada serangkaian kode yang menurut AnandTech, bakal memacu hardware ponsel untuk selalu berada di performa maksimal, ketika aplikasi benchmark aktif.

Pada file tersebut, mode ini tertulis dengan istilah "sports mode". 

Baca juga: Produsen Android Lain Juga Curangi Benchmark

Adapun aneka nama-nama aplikasi benchmark yang dimaksud juga ditulis di dalam file tersebut, misalnya Androbench, PCMark, Antutu, hingga Geekbench.

Tak hanya pada Oppo Reno3, AnandTech juga menemukan kode identik di dalam file serupa pada sejumlah ponsel bikinan vendor lain, yang sama-sama memakai chip Mediatek

Beberapa di antaranya adalah Realme C3 (Helio G70), Xiaomi Redmi Note 8 Pro (Helio G90T), dan beberapa vendor lainnya.

Respons Mediatek

Menanggapi temuan ini, Mediatek pun memberikan klarifikasinya. Secara garis besar, mereka yakin bahwa beragam aplikasi benchmark bakal menunjukkan performa chip Mediatek yang akurat.

Hanya saja, chip Mediatek itu bisa dimodifikasi sedemikian rupa oleh vendor ponsel, tergantung dari model ponsel yang mengusungnya. Hal tersebut kemudian bisa menyebabkan skor benchmark antar satu ponsel dengan lainnya bisa berbeda, meski chip-nya sama.

"Para vendor memiliki kebebasan untuk mengonfigurasi perangkat mereka (dengan chip) sesuai keinginan," ujar pihak Mediatek sebagaimana dikutip KompasTekno dari AnandTech, Senin (13/4/2020).

"Tak sedikit vendor yang merancang perangkat untuk berjalan dengan performa yang paling optimal ketika diuji oleh aplikasi benchmark, dengan alasan untuk menciptakan performa terbaik yang bisa dicapai oleh chip yang dipakai," tambahnya. 

Baca juga: Ketahuan Curang, Huawei Buka Akses ke “Mode Rahasia”

Pihak Mediatek kemudian menambahkan bahwa performa chip yang dirasakan oleh pengguna sendiri sejatinya bisa berbeda, tergantung beragam faktor serta kegiatan sang pemakai ponsel dan kawasannya.

Adapun praktik memacu hardware ini, menurut Mediatek, lumrah diusung oleh beberapa vendor chip kompetitornya, dengan maksud untuk mengetahui kemampuan maksimal dalam produk bikinan masing-masing perusahaan. 

Tanggapan Oppo, Realme, Xiaomi?

Seperti tertulis di atas, Mediatek menyebut vendor ponsel berulang kali, seperti Oppo, Realme, hingga Xiaomi. Sementara temuan AnandTech mengungkap bahwa "kecurangan" ada di pihak pabrikan chip tersebut.

Ketika ketiga vendor ponsel China itu dikonfirmasi KompasTekno terkait temuan AnandTech itu, Kamis (9/4/2020) lalu, mereka kompak untuk tidak memberikan tanggapan.

"Kami masih belum dapat menjawab soal ini, kami masih koordinasi dengan kantor pusat," ujar perwakilan Xiaomi Indonesia.

Baca juga: Ini Sebab Google Hapus Software Benchmark AnTuTu dari Play Store

Realme Indonesia juga menuturkan hal serupa lantaran pihaknya sedang membicarakan hal tersebut secara internal. 

Sementara Oppo Indonesia, selain tidak memberikan komentar lanjutan, menyerahkan penjelasan pastinya kepada sang pembuat chip alias Mediatek.

"Nanti akan ada orang Mediatek, jadi mungkin mereka yang (bisa) jawab," tutur PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AnandTech
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.