Ovo dan Dana Disebut Sepakat Merger Demi Lawan GoPay

Kompas.com - 14/06/2020, 07:29 WIB

GoPay menjadi dompet digital yang paling tinggi diminati. Ada 58 persen peminatnya, sementara OVO 29 persen, Dana 9 persen, dan LinkAja 4 persen.

Tanggapan Ovo

Menanggapi hal tersebut, Head of Public Relations Ovo, Sinta Setyaningsih menyebut bahwa pihaknya masih belum bisa memberikan pernyataan terkait rumor yang beredar.

Baca juga: Dulu Cuma Meme, Sekarang Bayar SPP Pakai GoPay Jadi Kenyataan

"Saat ini kami belum bisa memberikan tanggapan terkait rumor yang ada di market," ungkap Sinta sebagaimana dikutip KompasTekno dari Kontan.co.id, Minggu (14/6/2020).

Rencana bergabungnya Ovo dan Dana sejatinya telah berembus sejak tahun 2019 lalu. Kesepakatan keduanya, akan mengakhiri proses negosiasi yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Ant Financial, afiliasi keuangan Alibaba yang juga mensponsori Dana, awalnya enggan menyerahkan kendali bisnis perusahaan tersebut.

Halaman:


Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X