Ponsel BM Tetap Dapat Sinyal, Ini Tanggapan Pengamat Gadget

Kompas.com - 18/06/2020, 11:47 WIB
Ilustrasi IMEI dan kartu SIM SHUTTERSTOCK/NATALE MATTEOIlustrasi IMEI dan kartu SIM

KOMPAS.com - Pemerintah melalui tiga kementerian telah mulai menerapkan aturan blokir ponsel black market (BM) lewat IMEI pada 18 April 2020 lalu. Mekanisme pemblokiran ini dilakukan dengan skema whitelist.

Dengan diberlakukannya aturan ini, ponsel BM seharusnya sudah tidak dapat terhubung dengan operator seluler di Indonesia.

Namun nyatanya, ponsel BM yang beredar di pasar masih bisa terhubung dengan jaringan seluler. 

Menurut pengamat gadget, Lucky Sebastian, aturan pemblokiran ponsel BM lewat IMEI belum diimplementasikan dengan baik.

Lucky pun berpendapat bahwa pemerintah masih belum siap dalam menerapkan aturan tersebut.

"Kemungkinan pada hari implementasinya masih banyak kendala. Karena kita tahu sendiri, semakin dekat dengan waktu implementasi, masih banyak pertanyaan dan regulasi yang belum terjawab dengan gamblang atau detail," ujar Lucky kepada KompasTekno, Kamis (18/6/2020).

Baca juga: Kominfo dan ATSI Tanggapi Ponsel BM yang Masih Dapat Sinyal

Ia pun mengatakan, masih banyak faktor dan pertanyaan yang belum dijelaskan secara transparan oleh pemerintah.

"Bagaimana kalau kita membeli smartphone dari luar negeri lewat pos, kepada siapa kita mendaftarkan IMEI-nya, biaya pajak yang berbeda antara keterangan bea cukai bandara dengan penjelasan saat aturan mau berlaku, dan lain sebagainya," tutur Lucky.

Lucky menjelaskan, dalam penerapan aturan ini, pemerintah menggunakan dua mesin pengendali yang ditempatkan di dua pihak yang berbeda.

Mesin Central Equipment Identity Register (CEIR) dioperasikan Kementerian Perindustrian, sementara mesin Equipment Identity Register (EIR) dioperasikan oleh operator seluler. 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X