Soal Pembobolan Rekening Pakai Setruk ATM dan Data KPU, Ini Saran Pengamat Siber

Kompas.com - 25/07/2020, 09:30 WIB

"KPU perlu menjadikan keamanan siber sebagai budaya lembaga. Artinya dengan budaya keamanan siber yang melembaga, setiap keputusan, tindakan dan regulasi yang dibuat akan mengindahkan faktor keamanan siber," papar Pratama.

Kendati demikian, hal itu tidak terbatas hanya untuk KPU saja, namun juga lembaga negara lain dan pihak swasta, terutama yang berada di sektor strategis.

Pratama kembali mengingatkan rentetan kasus pencurian data dan peretasan selama pandemi saat ini, dan meminta agar keamanan data mendapatkan perhatian serius.

"Apalagi keinginan pemerintah menarik investor harus diikuti oleh keamanna siber dan pengamanan data masyarakat," jelas Pratama.

Sebab dalam era digital saat ini, salah satu hal yang diperhitungkan oleh investor adalah faktor keamanan siber. Selain dari sisi pelindungan data di KPU, Pratama juga mengkritik standar operasional bank.

Baca juga: Pria Terperangkap Dalam ATM, Minta Tolong Lewat Setruk

Menurutnya, bank harus memperketat verifikasi data nasabah dan mencocokannya dengan data di dukcapil agar kejadian ini tidak kembali terulang.

Apabila lebih cermat akan ada sejumlah perbedaan antara identitas palsu dan data dari dukcapil, seperti foto, tanda tangan, maupun identitas KTP dan KK.

"Disinilah kuncinya, bila bank melakukan pengecekan mendetail seharusnya di proses ini pelaku mengalami kegagalan," jelas Pratama.

Kerugian atas aksi pembobolan tiga bank daerah ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Rinciannya, Bank Lampung dengan total kerugian Rp 70 juta, Bank Sultra di Kendari dengan total kerugian Rp 120 juta, dan Bank Sumsel Babel dengan total kerugian Rp 116 juta.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.