Twitter Intip Akun Selebritas Pada 2017, Beyonce Salah Satunya

Kompas.com - 29/07/2020, 08:10 WIB

Menurut Twitter, lebih dari 1.500 pegawai penuh waktu dan kontrak memiliki akses untuk mengubah akun pengguna.

Baca juga: Begini Keterlibatan Karyawan Twitter dalam Pembobolan Akun Bill Gates dkk

"Kami tidak memiliki indikasi bahwa mitra yang bekerja dengan kami untuk layanan pengguna dan manajemen akun memainkan peran tersebut (menyalahgunakan alat internal)," kata perwakilan Twitter soal kasus peretasan akun Twitter pertengahan Juli lalu.

Pada kejadian peretasan itu, Twitter mengakui sistem internalnya disusupi oleh serangan rekayasan sosial terkoordinasi yang menargetkan pegawai yang memiliki akses ke sistem tersebut.

Peretas mencoba menyerang setidaknya salah satu karyawan Twitter untuk mendapatkan informasi keamanan yang akan membantu hacker mengakses alat internal user support Twitter.

Beberapa pekan setelah kejadian, belum diketahui bagaimana peretas mendapatkan akses tersebut. Menurut laporan New York Times, salah satu individu yang terlibat serangan tersebut mengatakan peretas mendapat akses setelah melihat kredensial di aplikasi Slack miliki tim internal Twitter.

Sebelumnya, media teknologi Motherboard melaporkan dugaan pegawai Twitter yang sengaja disuap untuk memberikan akses. Twitter mengatakan pegawai yang terbukti menyalahgunakan alat internal akan diberhentikan.

Baca juga: Twitter Diretas, Perlukah Reset Password?

Kekhawatiran tentang akses ke akun Twitter telah dibahas dalam rapat dewan direksi perusahaan hampir tiap tahunnya sejak 2015 hingga 2019.

Menurut beberapa orang yang akrab dengan rapat direksi tersebut, kekhawatiran itu tidak selalu dianggap sebagai ancaman mendesak bagi Twitter atau privasi pengguna.

Sejauh ini, Twitter cukup trasnparan dalam memaparkan hasil investigasi internal terkait kasus peretasan massal. Twitter mengatakan ada sekitar 130 akun yang menjadi target serangan peretasan apda 15 Juli, di mana 45 akun di antaranya berhasil dilakukan reset password.

Setelah direset, peretas mengambil alih akun dan mengirim twit. Kemudian, ada sekitar 36 akun yang pesan langsungnya (direct message/DM) diintip oleh pelaku. Peretas juga mengunduh arsip data lewat "Data Twitter Anda" dari 8 akun.

Halaman:


Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X