Twitter Kembali Buka Pengajuan Verifikasi "Centang Biru" pada 2021

Kompas.com - 25/11/2020, 11:02 WIB

Cara mengirimkan feedback

Nah, agar sistem verifikasi ini berjalan dengan mulus dan tidak kacau seperti tiga tahun yang lalu, pihak Twitter meminta pengguna untuk memberikan umpan balik (feedback) atau masukan terkait kebijakan verifikasi baru yang bakal diimplementasikan ini.

Baca juga: Twitter Tangguhkan Verifikasi Centang Biru, Ada Apa?

Kanal pertama adalah melalui survei. Pengguna bisa mengisi survei singkat (5-7 menit) di tautan berikut apabila ingin memberikan masukan terkait kebijakan verifikasi akun Twitter di tahun depan.

Apabila tidak ingin mengisi survei, mereka juga bisa dengan mudah mengirimkan unggahan atau twit di Twitter dengan menyertakan tagar #VerificationFeedback.

Adapun periode feedback ini sudah digelar sejak 24 November kemarin dan bakal dibuka hingga 8 Desember mendatang.

Twitter lantas bakal memproses beragam feedback tersebut dan mengumumkan kebijakan verifikasi akhir (yang mungkin sudah disesuaikan) pada tanggal 17 Desember mendatang, sebelum diimplementasikan pada awal tahun 2021 nanti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Proses verifikasi sempat diprotes

Sebagai informasi, sekitar 2017 lalu, Twitter sempat diprotes karena memberikan lencana biru pada akun Jason Kessler.

Kessler diketahui merupakan pihak pendukung supremasi kulit putih yang mengorganisir protes rasial di Charlotterville, Virginia, Agustus 2017 lalu.

Baca juga: Pengajuan Centang Biru di Instagram Kini Lebih Mudah, Begini Caranya

Banyak yang mengatakan akun Kessler tidak berhak mendapat lencana biru. Twitter pun mengakui bahwa pemberian lencana biru kepada akun Kessler salah.

"Kami menyadari telah menciptakan kebingungan ini dan butuh untuk menyelesaikannya. Kami telah menghentikan untuk sementara semua verifikasi umum yang dikerjakan dan akan melaporkan kembali segera," tulis Twitter kala itu.

Kemudian sekitar tahun 2018, Twitter membuka kembali verifikasi akun secara perlahan. Beberapa akun diketahui 'beruntung' mendapatkan lencana biru.

Salah satunya penulis buku kontroversial Fire and Fury, Michael Wolff. Ada pula akun lain yakni Mick Mulvaney, Kepala Kantor Manajemen dan Anggaran Amerika Serikat, dan salah satu editor media Fast Company, Anjali Khosla.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.