Mengenal Social Commerce, Fenomena Belanja lewat Media Sosial

Kompas.com - 25/11/2020, 13:30 WIB
Fitur Instagram Shopping di IGTV. InstagramFitur Instagram Shopping di IGTV.

KOMPAS.com - Mana yang lebih Anda suka, belanja online lewat media sosial seperti Instagram, Facebook, atau WhatsApp Business ataukah lewat e-commerce?

Media sosial - sesuai namanya - seyogyanya menjadi ruang bersosialisasi di dunia maya. Tapi fungsinya kini sudah kian melebar. Masyarakat tidak hanya sekadar menyapa, berdiskusi, atau saling silang pendapat di media sosial.

Banyak di antaranya yang memanfaatkan ruang ini sebagai "tempat berjualan", tempat mempromosikan dagangan atau jasanya. Anda mungkin juga pernah memanfaatkannya, entah menjadi pelaku usaha atau konsumen.

Perilaku itu kemudian "disempurnakan" perusahaan media sosial dengan menyediakan fitur atau platform khusus bagi mereka, yang ingin melakukan kegiatan jual-beli lewat media sosial. Sebut saja yang paling segar baru-baru ini, Instagram Shop.

Baca juga: Studi Ungkap Orang Indonesia Paling Doyan Buka Aplikasi Belanja

Fitur ini menjadi tempat pelaku bisnis untuk membuat etalase digital di Instagram mereka. Tujuannya tentu untuk memudahkan konsumen berburu barang impian dengan mudah di Instagram tanpa perlu keluar aplikasi.

Ada istilah khusus untuk menggambarkan fenomena ini, yakni social commerce. Singkatnya, social commerce adalah pemanfaatan media sosial untuk promosi, menjual, dan membeli langsung di aplikasi media sosial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dihimpun KompasTekno dari blog Hoot Suite, dengan social commerce, pengguna tidak cuma merasakan pengalaman bersosialisasi di dunia maya, tapi sekaligus mencari produk yang diinginkan, mencari toko terbaik, memilih dan membeli produk, hingga melakukan transaksi langsung lewat aplikasi media sosial.

Tentu pengalamannya akan berbeda dengan membuka aplikasi e-commerce yang memang hanya difokuskan pada layanan jual-beli. Sehinggga interaksi pun hanya terjadi antara penjual-pembeli.

Baca juga: Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai Rp 624 Triliun pada 2020

Di media sosial, pengalaman belanja akan lebih interaktif. Pengguna bisa membagikan produk yang diinginkan atau yang baru dibeli ke teman mutualnya langsung lewat media sosial yang sama.

Mereka juga bisa mendiskusikan produk yang dipilih sebelum akhirnya membeli atau menawarkan produk yang dibelinya. Social commerce berbeda dengan social selling.

Social selling lebih diartikan sebagai cara untuk memprospek calon konsumen potensial, membangun kepercayaan dengan cara yang lebih humanis, hingga memasarkan produk atau jasa kepada mereka lewat media sosial.

Sementara social commerce memiliki fitur lebih lengkap, mulai dari memasang etalase atau katalog, mempromosikan, memberikan informasi produk lebih singkat, hingga transaksi jual beli.

Baca juga: WhatsApp Rilis Fitur Belanja di Indonesia

Di Indonesia kasusnya sedikit berbeda. Layanan belanja di Instagram, Facebook, maupun WhatsApp Business masih membutuhkan platform ketiga untuk melakukan transaksi pembayaran.

Misalnya untuk Instagram Shop, pengguna harus melakukan transaksi pembayaran di situs resmi toko yang sudah terintegrasi melalui Facebook Commerce Manager yang merupakan backend katalog produk di Facebook dan Instagram.

Hal ini dikarenakan fitur pembayaran Facebook Pay belum beroperasi di Indonesia. Mungkin, jika sudah mendapatkan izin beroperasi, Instagram Shop dan Facebook Shop akan lebih sempurna menjadi social commerce.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.