Mesin Pesawat Maskapai AS Terbakar di Udara, Inikah Penyebabnya?

Kompas.com - 25/02/2021, 09:29 WIB
B777 United Airlines penerbangan UA328 yang mengalami kebakaran mesin saat penerbangan Denver-Honolulu, Sabtu (20/2/2021). Hayden Smith/@speedbird5280B777 United Airlines penerbangan UA328 yang mengalami kebakaran mesin saat penerbangan Denver-Honolulu, Sabtu (20/2/2021).

KOMPAS.com - Komite keselamatan transportasi Amerika Serikat (NTSB) mengumumkan kemungkinan penyebab mesin pesawat United Airlines UA328 pecah dan terbakar di tengah penerbangan, pada Sabtu (20/2/2021) lalu.

Menurut penyelidikan awal NTSB, kerusakan di bilah mesin (fan blade) Pratt & Whitney PW4000 di pesawat B777 itu, memiliki tanda-tanda metal fatigue, atau melemahnya bahan logam yang disebabkan oleh beban yang berkali-kali diaplikasikan terhadap bahan tersebut.

Menurut Kepala NTSB, Robert Sumwalt, mesin tersebut menimbulkan suara ledakan yang keras, empat menit setelah pesawat takeoff dari bandara Denver.

Sebelumnya, sudah ada contoh kasus serupa yang dialami B777 dengan mesin PW4000, yang mengalami metal fatigue. Pada Desember 2020, "KNKT" Jepang menemukan dua fan blade yang retak akibat metal fatigue.

Kemudian pada Februari 2018 lalu, juga terjadi kerusakan mesin saat terbang yang dialami oleh maskapai United dalam penerbangan menuju Hawaii juga. Penyebabnya juga retakan di bilah kipas mesin, akibat fatigue.

Baca juga: Link Download Laporan Awal Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 di Situs KNKT

Meski demikian, NTSB AS belum bisa menyimpulkan apakah ketiga peristiwa tersebut saling berkaitan atau tidak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita perlu benar-benar memahami fakta, keadaan, dan kondisi seputar kejadian ini sebelum membandingkannya dengan kejadian lain," kata Sumwalt, dilansir KompasTekno dari Egypt Independent, Kamis (25/2/2021).

NTSB kini akan menginvestigasi mengapa penutup mesin terpisah dari pesawat, dan mengapa ada api meski indikator mesin kanan menunjukkan mesin telah dimatikan.

Untuk diketahui, meski Pratt & Whitney membuat mesin untuk B777, namun, penutup mesin (cowling) tetap diproduksi oleh rekanan Boeing lain.

Boeing sendiri kini menyarankan agar pesawat B777 dengan mesin PW4000 tidak digunakan untuk sementara waktu, sembari menunggu investigasi yang dilakukan NTSB dan pabrikan mesin Pratt & Whitney.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.