Ditanya Apakah Dewa Kipas Curang, GothamChess: Saya Harus Percaya Chess.com

Kompas.com - 18/03/2021, 20:55 WIB
Penulis Bill Clinten
|

"Saya yakin beberapa yang menonton streaming saya mengirimkan pesan yang mungkin bernada tidak baik (ke akun Dewa Kipas). Saya tidak pernah mendukung perilaku seperti itu," ujar Levy.

Ilustrasi notifikasi yang berisi hate message pada akun Dewa_Kipas di Chess.com.Ist Ilustrasi notifikasi yang berisi hate message pada akun Dewa_Kipas di Chess.com.

Di sisi lain, ujaran kebencian yang masuk ke akun Dewa Kipas ini ternyata juga dimasukkan ke dalam cerita Ali dalam sebuah tangkapan layar.

Ali juga menyertakan beberapa dokumen pembukti bahwa Pak Dadang tidak berbuat curang, begitu juga sertifikat yang menyatakan bahwa ayahnya pernah memenangi berbagai kejuaraan.

Walhasil, sejumlah warganet Indonesia langsung menyerang akun media sosial Levy, begitu juga kanal YouTube GothamChess, boleh jadi karena cerita Ali "meyakinkan".

Baca juga: GothamChess dan Microsoft, Bukti Galak-nya Netizen Indonesia

Tak nyaman, Levy pun memutuskan untuk menutup seluruh akun media sosialnya dan memblokir seluruh pengguna yang berasal dari Indonesia untuk melihat kanal YouTube-nya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski dibombardir oleh beragam komentar tak sedap, Levy sendiri sebenarnya paham betul "amarah" warganet Indonesia.

Sebab, emosi tersebut, menurut Levy, dipicu oleh narasi awal tadi yang sudah bertebaran di dunia maya yang tidak sepenuhnya benar, yaitu akun Dewa Kipas diblokir karena menang melawan GothamChess.

"Kalau boleh jujur, saya tidak sepenuhnya menyalahkan netizen Indonesia yang berkoar-koar," kata Levy.

"Apabila saya melihat apa yang terjadi dari unggahan pertama (Ali) di Facebook sampai sekarang, kemarahan mereka dipicu oleh berbagai informasi yang sudah tersebar sedemikian rupa (di internet)," imbuh Levy.

Baca juga: GothamChess Sembunyikan Video YouTube-nya dari Warganet Indonesia

Bisa berbuat curang dengan mudah

Ketidaktahuan orang awam terkait mekanisme berbuat curang di platform catur online, yang diklaim sangat marak karena mudah dilakukan, juga menjadi alasan mengapa Levy "sabar" menghadapi serbuan warganet.

"Menurut saya, orang-orang tidak begitu paham betapa mudahnya seorang pemain berbuat curang (di Chess.com)," tutur Levy.

Mengapa begitu? Karena seseorang bisa saja menggunakan ponsel atau program lain yang menuntun mereka tiap langkah supaya bisa menang dalam sebuah pertandingan catur, terlebih online.

Ilustrasi aplikasi Chess.com.KOMPAS.com/Bill Clinten Ilustrasi aplikasi Chess.com.
"Orang ini cukup membuka Chess.com di ponsel dan membuka Shredder (mesin catur) di tempat lain. Kemudian, orang tersebut bisa mencatat langkahnya dan komputer akan menganjurkan apa yang harus dilakukan," jelas Levy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.