Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nonton Netflix 1 Jam, Setara Pasang Kipas Angin 6 Jam atau 40 Menit AC

Kompas.com - 22/03/2021, 13:09 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

Sumber Wired

KOMPAS.com - Saat ini, jejak karbon atau yang biasa disebut carbon footprint menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian banyak pihak, termasuk perusahaan yang bergerak di ranah digital. Hal ini dikarenakan jejak karbon ikut berkontribusi pada terjadinya perubahan iklim di bumi.

Baru-baru ini, penyedia layanan video-on-demand Netflix mengungkapkan informasi terkait jejak karbon yang dihasilkan oleh layanannya.

Dengan menggunakan alat yang disebut Dimpact, Netflix melaporkan bahwa setiap satu jam pengguna melakukan streaming film di platformnya akan menghasilkan kurang dari 100 gram karbon dioksida (CO2).

Jumlah karbon ini setara dengan mengendarai mobil sejauh 402 meter.

Untuk gambaran lainnya, satu jam streaming Netflix juga setara dengan menggunakan kipas angin gantung berdaya 75 watt selama enam jam di Eropa.

Atau juga setara dengan menyalakan AC berdaya 1.000 watt yang selama 40 menit di Eropa.

Sayangnya, Netflix sendiri tidak mengungkap dengan gamblang berapa jumlah jejak karbon yang dihasilkan oleh layanan Netflix di seluruh dunia sepanjang tahun 2020.

Namun untuk gambaran perhitungan, pada kuartal I-2020 lalu, pelanggan Netflix di AS diprediksi menghabiskan waktu 3,2 jam untuk streaming film di Netflix per harinya, sebagaimana dihimpun dari laman Kill The Cable Bill.

Ketika itu, Netflix memiliki sekitar 70 juta pelanggan di wilayah AS dan Canada. Jumlah pelanggan di AS sendiri pada kuartal I-2020 diestimasikan kira-kira mencapai 63,7 juta.

Nah, jika 63,7 juta pelanggan di AS menonton rata-rata 3,2 jam sehari, pelanggan Netflix di AS sendiri telah menghabiskan 203,840,000 jam dalam sehari untuk streaming video di Netflix.

Jika satu jam streaming menghasilkan 100 gram CO2, maka pada kuartal I-2020, Netflix telah menghasilkan jejak karbon sebanyak 20,3 miliar gram atau setara 20.384 ton karbon dioksida dalam sehari.

Jumlah jejak karbon ini hanya perhitungan kasar dari sebagian pelanggan Netlix di wilayah AS saja. Seperti diketahui, Netflix pada kuartal IV-2020 telah memiliki pelanggan lebih dari 203,66 juta pelanggan berbayar dari seluruh penjuru dunia, sebagaimana dihimpun dari laman Business of Apps.

Jumlah karbon yang dihasilkan pun akan lebih besar dari perhitungan tadi.

Baca juga: Siap-siap, Pengguna Netflix yang Nebeng Akun Akan Diblokir

Mengapa jejak karbon menjadi hal penting?

Jejak karbon adalah jumlah emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari seluruh aktivitas seseorang atau entitas lain, termasuk gedung, perusahaan, negara, penyedia layanan digital, dan lainnya.

Jejak karbon mencakup emisi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil di pabrik, pemanas, transportasi, serta emisi yang diperlukan untuk menghasilkan listrik yang terkait dengan barang dan jasa yang dikonsumsi.

Jejak karbon dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan, seperti kekeringan, berkurangnya sumber air bersih, cuaca ekstrem, bencana alam, dan lainnya, sebagaimana dihimpun dari laman Zero Waste Indonesia.

Jika carbon footprint semakin melimpah, dampak akhir yang dapat terjadi ialah perubahan iklim, sebagaimana dihimpun dari Sciencing.

Oleh karena itu, mengetahui jumlah jejak karbon yang dihasilkan dapat membantu manusia untuk mengurangi carbon footprint yang dihasilkannya.

Dalam hal ini, Netflix sendiri menggunakan alat yang disebut Dimpact untuk mengukur jejak karbon yang dihasilkan oleh layanannya.

Baca juga: Daftar ISP di Indonesia yang Paling Kencang dan Lelet untuk Akses Netflix

Netflix diketahui ingin mengurangi dampak dari layanannya terhadap lingkungan. Namun sampai saat ini, platform video-on-demand film itu belum mengumumkan target pengurangan jejak karbonnya.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Wired, Senin (22/3/2021), Netflix baru akan mengeluarkan laporan resmi soal jejak karbon perusahaannya pada akhir Maret mendatang. Baru pada musim semi 2021, Netflix akan mengumumkan target jejak karbon mereka.

Dalam hal target pengurangan jejak karbon ini Netflix bisa dikatakan tertinggal dengan perusahaan teknologi raksasa lainnya. Misalnya, Microsoft telah lebih dahulu berjanji menjadi perusahaan yang bebas jejak karbon pada tahun 2030.

Baca juga: Dua Tahun Microsoft Riset Taruh Server di Bawah Laut, Ini Temuan Mereka

Apple dan Facebook pun telah menyatakan komitmennya untuk menjadi perusahaan dengan nol carbon footprint. Begitu pula dengan Google yang berjanji menggunakan energi terbarukan untuk operasi perusahaannya.

Baca juga: Jumlah Pengguna Internet Indonesia 2021 Tembus 202 Juta

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber Wired


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com