Perjalanan Karier Nadiem Makarim, dari Bos Gojek hingga Jabat Mendikbud Ristek

Kompas.com - 29/04/2021, 12:11 WIB

Setelah dilantik, Nadiem mengaku bahwa riset dan teknologi adalah hal yang sangat dekat dengan dirinya, bahkan sebelum masuk ke pemerintahan.

"Riset dan teknologi adalah suatu hal yang sangat dekat di hati saya, merupakan hal yang sudah saya tekuni sebelum saya melakukan tugas ini di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," kata Nadiem di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Baca juga: Alasan GoJek Tunjuk Dua CEO Pengganti Nadiem Makarim

Ia mengaku memiliki harapan besar untuk meningkatkan kualitas dan inovasi riset serta teknologi di perguruan tinggi di Indonesia. Nadiem berharap para sivitas akademika Tanah Air melakukan lebih banyak riset.

"Saya menginginkan sebanyak mungkin murid-murid kita, mahasiswa kita, dan dosen-dosen kita melakukan penelitian dan melakukan program-program seperti Kampus Merdeka di dalam badan-badan di bawah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)," ujar Nadiem.

Nadiem mengatakan belajar melalui riset, proyek-proyek sosial, magang di suatu industri, hingga pertukaran pelajar, searah dengan visi Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Kebijakan dan kontroversi

Saat menjabat sebagai Mendikbud, Nadiem merealisasikan kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN). Nadiem memastikan bahwa UN 2020 akan menjadi ujian kelulusan yang terakhir digelar secara nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, karena pandemi Covid-19, penghapusan UN dipercepat karena UN 2020 dibatalkan.
Posisi Nadiem sebagai Mendikbud juga kerap diterpa isu kontroversial, seperti isu penghapusan pelajaran sejarah di tengah upaya penyederhanaan kurikulum.

Kemendikbud juga sempat disebut akan melebur pelajaran agama dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Kebijakan lain yang mengundang kontroversi adalah meminta sekolah untuk tidak mewajibkan siswa berseragam model pakaian agama tertentu.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, terkait Penggunaan Pakaian Seragam dan Atribut di lingkungan sekolah negeri, jenjang pendidikan dasar dan menengah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.