Bukti "Kerakusan" Penambang Kripto, Tiga Bulan Belanjakan Rp 7 Triliun

Kompas.com - 18/06/2021, 15:31 WIB
Ilustrasi bitcoin. PIXABAY/MICHAELWUENSCHIlustrasi bitcoin.

KOMPAS.com - Aktivitas penambangan mata uang kripto tidak hanya boros soal listrik. Ternyata, mereka juga "rakus" mengonsumsi kartu grafis.

Menurut laporan dari Jon Peddie Research (JPR), para penambang bitcoin memborong setidaknya 700.000 kartu grafis kelas menengah hingga atas, pada kuartal I-2021 yang berlangsung sepanjang Januari-Maret.

Persentasenya sekitar 25 persen dari total kartu grafis yang ada di pasar, dan bernilai kurang lebih 500 juta dollar AS (sekitar Rp 7,1 triliun).

Firma riset itu membandingkan tingkat pemasangan papan tambahan (add-in boards/AIB) ke PC, yang sebelumnya turun 25 persen, dan baru-baru ini naik hingga 50 persen.

Baca juga: Nasib Kartu Grafis Baru, Langka dan Jarang Dipakai Gamer

JPR juga membandingkan tren pemasangan normal dan tren saat ini, untuk menghitung aktivitas penambangan yang menggunakan AIB. JPR berasumsi bahwa sebagian besar penambang sudah memiliki rig khusus dan membeli kartu grafis secara terpisah.

Namun ada pula penambang amatir yang kemungkinan membeli paket lengkap rig dan kartu grafis untuk menambang mata uang kripto. Dirangkum KompasTekno dari Tech Spot, Jumat (18/6/2021), JPR mengakui formula mereka mungkin tidak seakurat tahun lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, di tengah krisis kelangkaan chip global saat ini, calo dan para penambang menggunakan bot untuk membeli kartu grafis dalam jumlah besar, sebelum menjualnya lagi di marketplace.

Grafis dampak penambangan mata uang kripto terhadap penjualan kartu grafis AIB yang diolah oleh Jon Peddie Research.JPR/Tech Spot Grafis dampak penambangan mata uang kripto terhadap penjualan kartu grafis AIB yang diolah oleh Jon Peddie Research.

Para penambang kripto yang memborong kartu grafis mungkin memengaruhi melonjaknya harga GPU yang pada beberapa kasus harganya bisa meroket hingga 70 persen. Namun hal itu bukanlah satu-satunya faktor.

Besarnya permintaan pasar akibat pandemi turut menjadi penyebab kurangnya pasokan komponen dan naiknya harga memori GDDR6, kapasitor, dan sebagainya. Harga memori GDDR6 disebut naik 13 persen tahun ini.

Baca juga: 6 Kartu Grafis Mahal Digasak Maling dari Warnet

Banyaknya permintaan dari penambang mata uang kripto membuat produsen kartu grafis seperti Nvidia, merilis kartu grafis khusus untuk menambang uang kripto. Ini dilakukan untuk mengamankan stok kartu grafis untuk gamer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.