Telkom Luncurkan Tadex, Platform Iklan Digital Pesaing Google Ads

Kompas.com - 29/06/2021, 14:54 WIB
Ilustrasi laman resmi Tadex. KOMPAS.com/BILL CLINTENIlustrasi laman resmi Tadex.

KOMPAS.com - Telkom Group, bersama dengan Dewan Pers dan Task Force Media Sustainability, resmi meluncurkan layanan iklan digital anyar dan pertama di Indonesia bernama Tanah Air Digital Exchange (Tadex).

Tadex hadir sebagai alternatif layanan iklan digital dari perusahaan global, seperti Google, Facebook, dan Instagram. Lantas apa yang ditawarkan Tadex dibanding layanan dari perusahaan global tadi?

Melalui Tadex, para pengiklan (advertiser) akan dipertemukan dengan para penerbit iklan (publisher) terpercaya di Indonesia, untuk membantu menargetkan iklan kepada konsumen yang lebih luas dengan tepat dan efektif.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memberikan kata sambutan dan apresiasinya atas peluncuran Tadex di Tanah Air.

Baca juga: Iklan Digital Tetap Tumbuh Selama Pandemi, Bahkan Pecahkan Rekor 20 Tahun

Menurut Jokowi, platform digital semacam ini harus didukung dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif, inovatif, dan transparan tanpa mengorbankan kualitas penyampaian pesan ke publik.

Presiden RI, Joko Widodo dalam peluncuran Tadex di telekonferensi Zoom, Selasa (29/6/2021).KOMPAS.com/BILL CLINTEN Presiden RI, Joko Widodo dalam peluncuran Tadex di telekonferensi Zoom, Selasa (29/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya yakin, Tadex akan memberikan angin segar karena menawarkan model bisnis periklanan digital berkelanjutan, membuka banyak peluang-peluang baru yang bermanfaat bagi advertiser, publisher, marketer, dan pemangku kepentingan lainnya," ujar Jokowi dalam peluncuran Tadex yang digelar secara daring melalui telekonferensi Zoom, Selasa (29/6/2021).

Dongkrak nilai bisnis iklan lokal

Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah mengatakan Tadex hadir untuk meminimalisir dampak negatif atas perkembangan platform periklanan digital, yang beroperasi secara global.

Baca juga: Layanan Iklan Digital Telkomsel Diklaim Tidak Mengganggu

Hal itu, menurut Ririek, tidak sejalan dengan aktivitas para advertiser yang secara aktif memasang iklan di media online Indonesia, namun melalui perusahaan digital berbasis global, sehingga nilai bisnis iklan lokal menurun.

"Sejak berkembangnya digital publisher asal luar negeri, portofolio iklan media online lokal menurun drastis," jelas Ririek dalam peluncuran Tadex yang digelar secara daring melalui telekonferensi Zoom, Selasa (29/6/2021).

Ririek melanjutkan Tadex juga hadir untuk memerangi hoaks yang mengalir deras di internet karena maraknya clickbait di internet.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah dalam peluncuran Tadex di telekonferensi Zoom, Selasa (29/6/2021).KOMPAS.com/BILL CLINTEN Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah dalam peluncuran Tadex di telekonferensi Zoom, Selasa (29/6/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.