Jokowi: Ekonomi Digital Sumbang 4 Persen PDB Indonesia

Kompas.com - 29/06/2021, 17:29 WIB
Ilustrasi ekonomi digital SHUTTERSTOCKIlustrasi ekonomi digital

KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa kontribusi ekonomi digital terhadap nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih belum optimal.

Hal itu dia sampaikan dalam momen peluncuran virtual platform Tanah Air Digital Exchange (Tadex), platform yang menghubungkan para pengiklan (advertiser) dan media atau penerbit (publisher) dalam satu marketplace, Selasa (29/6/2021).

Menurut Jokowi, ekonomi digital saat ini hanya menyumbang sekitar 4 persen dari total PDB Indonesia, dan angka tersebut dinilai masih cukup rendah.

Mengutip data Badan Pusat Statistik, PDB Indonesia pada 2020 mencapai Rp 15.434 triliun. Dengan demikian, nilai industri digital di Indonesia diperkirakan sekitar Rp 617 triliun.

Baca juga: Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai Rp 624 Triliun pada 2020

Untuk itu, ia mengatakan bahwa ekonomi digital terhadap PDB nasional hingga berkali-kali lipat dalam dalam beberapa tahun ke depan, demi membuat Indonesia sebagai negara terpandang di Asia.

"Ini artinya kita harus berlari lebih cepat lagi, sehingga tahun 2025 kita bisa menguasai sekitar 40 persen dari total potensi ekonomi digital Asia," jelas Jokowi kepada awak media secara daring melalui platform telekonferensi Zoom.

Presiden RI, Joko Widodo dalam peluncuran Tadex di telekonferensi Zoom, Selasa (29/6/2021).KOMPAS.com/BILL CLINTEN Presiden RI, Joko Widodo dalam peluncuran Tadex di telekonferensi Zoom, Selasa (29/6/2021).

"Di tahun 2030, ekonomi digital Indonesia (diharapkan) bisa berkontribusi 18 persen dari PDB Indonesia," imbuh Jokowi.

Kehadiran Tadex sendiri, lanjut Jokowi, bisa menjadi momentum penting untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih baik dan mempercepat pertumbuhan ekosistem digital di Tanah Air.

Baca juga: Telkom Luncurkan Tadex, Platform Iklan Digital Pesaing Google Ads

Oleh karena itu, platform semacam ini harus didukung dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif, serta membangun ekosistem periklanan digital yang inovatif dan transparan.

"Saya yakin, Tadex akan memberikan angin segar karena menawarkan model bisnis periklanan digital berkelanjutan, membuka banyak peluang-peluang baru yang bermanfaat bagi advertisers, publishers, marketers, dan pemangku kepentingan lainnya," tutur Jokowi.

"Untuk merebut peluang di area disrupsi, kita harus mampu menciptakan solusi inovatif dengan mengembangkan semangat smart digital planner untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi digital di Tanah Air," pungkas Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.