Google Sudah Pecat 80 Karyawan "Kepo" yang Suka Intip Data Pengguna

Kompas.com - 05/08/2021, 15:32 WIB
ilustrasi Google Office The New York Timesilustrasi Google Office

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi kerap menjadi target serangan siber oleh hacker, karena kaya akan data pengguna. Bila serangan siber berhasil, hacker bisa mencuri data pengguna, lalu menjualnya di ruang maya.

Pada kenyataannya, ancaman keamanan data pengguna tak hanya datang dari luar, melainkan juga datang dari dalam perusahaan teknologi itu sendiri. Setidaknya begitulah yang terjadi di Google.

Perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California itu dikabarkan telah memecat 80 orang karyawan dalam waktu yang berbeda, yang terindikasi menggunakan alat internal perusahaan, untuk mengakses data pengguna Google untuk kepentingan pribadi.

Baca juga: Cara Pendiri Google Hindari Covid-19, Sembunyi di Pulau Mewah

Dalam beberapa kasus, karyawan Google yang sudah dipecat itu menggunakan alat internal perusahaan untuk memata-matai karyawan Google lainnya. Praktik ini merupakan pelanggaran terhadap kebijakan Google.

Kabar soal pemecatan 80 orang karyawan Google ini terungkap usai outlet media teknologi Motherboard melihat dokumen internal perusahaan terkait masalah ini.

Laporan itu mencatat, Google setidaknya memecat 36 karyawan pada 2020, karena mereka membagikan informasi rahasia dengan pihak di luar perusahaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara pada 2018 dan 2019, Google dilaporkan berturut-turut memecat 18 orang dan 26 orang karyawan, karena alasan terkait keamanan.

Tanggapan Google

Seorang juru bicara Google mengatakan kepada outlet media Insider, bahwa kasus-kasus yang dilaporkan dalam dokumen internal itu menyangkut "akses yang tidak pantas, atau penyalahgunaan informasi atau alamat IP perusahaan Google yang bersifat eksklusif dan sensitif".

Baca juga: Belasan Karyawan Google Kompak Mundur

Juru bicara itu menjelaskan, bahwa Google sebenarnya sangat membatasi akses karyawan terhadap data pengguna, melalui beberapa skema perlindungan.

Pertama, perusahaan hanya memberikan akses untuk segelintir orang yang bisa mengakses data pengguna. Lalu, Google juga mengharuskan karyawannya untuk menyertakan alasan atau justifikasi yang valid untuk bisa mengakses data pengguna.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.