Review Samsung Galaxy Z Fold3: Ponsel Lipat Juara Multitasking

Kompas.com - 10/10/2021, 15:11 WIB
Layar utama Galaxy Z Fold 3 menggunakan panel Dynamic AMOLED 2x berdiagonal 7,6 inci (2.208 x 1.768, refresh rate 120 Hz) dengan aspect ratio 22,5: 18 sehingga tampak menyerupai perangkat tablet ketika dibentangkan. KOMPAS.com/ OIK YUSUFLayar utama Galaxy Z Fold 3 menggunakan panel Dynamic AMOLED 2x berdiagonal 7,6 inci (2.208 x 1.768, refresh rate 120 Hz) dengan aspect ratio 22,5: 18 sehingga tampak menyerupai perangkat tablet ketika dibentangkan.

KOMPAS.com - Bagi sebagian orang, smartphone bukan sekadar alat komunikasi atau bermedia sosial ria saja, melainkan perangkat andalan dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Mulai dari bekerja, menghibur diri, bersosialisasi, hingga mungkin berkontempelasi. Ponsel lipat anyar dari Samsung, Galaxy Z Fold3, agaknya memang ditargetkan buat orang-orang yang punya segudang aktivitas seperti demikian.

Baca juga: Samsung Umumkan Galaxy Z Fold 3, Tahan Air dan Mendukung Stylus S-Pen

Smartphone papan atas dari Samsung ini punya satu fitur "juara" yang KompasTekno temukan setelah mengulasnya selama beberapa hari.

Serupa smartphone dan tablet sekaligus

Mari menengok lebih dulu rupa smartphone termutakhir Samsung ini. KompasTekno berkesempatan mencoba Galaxy Z Fold3 warna Phantom Black. Galaxy Z Fold3 menggunakan Armor Alumunium yang diklaim sebagai bingkai alumunium terkokoh dari Samsung.

Ketika dilipat, ponsel ini mirip dengan smartpone pada umumnya. Hanya saja layarnya lebih panjang dan tidak teralalu lebar. Dimensi fisik saat ditangkupkan adalah 67,1 x 158 x 6,4 mm.
Ketika dibentangkan, lebarnya bertambah menjadi 128,1 x 158,1 x 6,4 mm.

Bodi Galaxy Z Flip 3 terkesan kokoh. Perangkat ini menggunakan Armor Aluminum yang diklaim merupakan frame aluminium terkuat dari Samsung. 

KOMPAS.com/ OIK YUSUF Bodi Galaxy Z Flip 3 terkesan kokoh. Perangkat ini menggunakan Armor Aluminum yang diklaim merupakan frame aluminium terkuat dari Samsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat dibentangkan, layarnya sekilas berbentuk persegi. Sekilas menyerupai tablet tapi luas layarnya tidak sebesar tablet pada umumnya. Untuk spesifikasi layarnya, Galaxy Z Fold3 dibekali layar Infinity Flex Dynamic AMOLED 2X Display.

Layar utama, yakni layar bagian dalam memiliki diagonal 7,6 inci dengan resolusi 2.208 x 1.768 dan rasio aspek 22,5:18. Sementara layar sekunder atau layar bagian depan memiliki bentang layar 6,2 inci.

Layar Galaxy Z Fold3 mendukung refresh rate 120 Hz yang membuat pengguliran layar lebih mulus. Ketika dalam keadaan tertutup, ponsel tidak sepenuhnya rapat.

Baca juga: Di Indonesia, Samsung Galaxy Z Fold 3 Gratis Biaya Servis hingga Rp 27 Juta

Di sisi bawah dan atas terdapat celah yang bertujuan agar debu atau benda lain tidak terjepit sehingga menggores layar.

Akan tetapi, celah tersebut juga membuat layar gampang kotor. Apalagi jika menempatkannya di dalam tas yang bercampur dengan barang-barang kecil.

Galaxy Z Fold 3 meyisakan sedikit celah di tengah saat dilipat. Tujuannya agar debu atau benda lain tidak terjepit sehingga menggores layar. Perangkat ini memiiliki konektor USB tipe C dan speasang speaker yang berada di sisi kiri dan kanan saat perangkat dibentangkan. 
KOMPAS.com/ OIK YUSUF Galaxy Z Fold 3 meyisakan sedikit celah di tengah saat dilipat. Tujuannya agar debu atau benda lain tidak terjepit sehingga menggores layar. Perangkat ini memiiliki konektor USB tipe C dan speasang speaker yang berada di sisi kiri dan kanan saat perangkat dibentangkan.

Di sisi bawah, terdapat konektor USB C dan sepasang speaker yang berada di sisi atas dan bawah saat ponsel dilipat. Seperti perangkat flagship Samsung lain, ponsel ini tidak dibekali jack audio 3,5mm.

Di sisi kanan, terdapat tombol daya yang sekaligus berguna sebagai panel pemindai sidik jari. Galaxy Z Fold3 memang tidak menyematkan fingerprint scanner di bawah layar seperti ponsel flagship lainnya dari Samsung.

Tombol daya sekaligus merangkap sebagai pemindai sidik jari. Galaxy Z Fold 3 dibekali chip Snapdragon 888, RAM 12 GB, serta opsi media penyimpanan (UFS 3.1) 256 GB atau 512 GB, berikut baterai berkapasitas 4.400 mAh. 
KOMPAS.com/ OIK YUSUF Tombol daya sekaligus merangkap sebagai pemindai sidik jari. Galaxy Z Fold 3 dibekali chip Snapdragon 888, RAM 12 GB, serta opsi media penyimpanan (UFS 3.1) 256 GB atau 512 GB, berikut baterai berkapasitas 4.400 mAh.

Ponsel ini memiliki sebuah slot kartu nano SIM dengan polisi bolak-balik. Jika berminat, bisa menambahkan satu eSIM. Hingga dua operator seluler bisa digunakan secara bersamaan. 

Terlepas dari material apa yang digunakan, punggung Galaxy Z Fold3 terasa relatif nyaman dalam genggaman. Tidak tampak bekas sidik jari meskipun telapak tangan kerap berkeringat.

Baca juga: Samsung Galaxy Z Fold 3 Dibakar, Digores Pisau, dan Ditekuk, Sekuat Apa?

Samsung turut membekali ponsel ini dengan sertifikat IPX8 sehingga tahan air dengan kedalaman 1 meter.

Bongsor, tapi cukup nyaman

Saat pertama kali menggenggam Galaxy Z Fold3, betapa bongsornya bodi ponsel menjadi yang paling menonjol. Dengan bobot 271 gram, Galaxy Z Fold3 terasa lebih berat dibanding smartphone konvensional.

Ketika dilipat, pengoperasian layarnya lebih enak karena tidak terlalu lebar dan memanjang. Mengetik satu tangan pun bisa, layaknya smartphone lain pada umumnya.

Namun, mengingat bobotnya yang cukup berat, pengoperasian satu tangan cukup bikin pegal. Bagi pengguna awam, pengalaman melipat dan membentangkan layar akan memberikan kesan tersendiri.

Cover Screen membuat Galaxy Z Fold 3 tetap bisa digunakan layaknya ponsel pada umumnya saat sedang dilipat. Layar kedua ini sekarang menggunakan panel Dynamic AMOLED 2x (2.268 x 832 piksel) dengan aspect ratio 24,5:9 dan refresh rate 120 HzKOMPAS.com/ OIK YUSUF Cover Screen membuat Galaxy Z Fold 3 tetap bisa digunakan layaknya ponsel pada umumnya saat sedang dilipat. Layar kedua ini sekarang menggunakan panel Dynamic AMOLED 2x (2.268 x 832 piksel) dengan aspect ratio 24,5:9 dan refresh rate 120 Hz

Dari pengalaman KompasTekno, engsel Galaxy Z Fold3 terasa agak berat ketika dibuka.
Setelah dibentangkan, di tengah layar akan tampak lipatan yang juga bisa dirasakan tangan.

Lipatan itu tipis dan tidak begitu mengganggu ketika digunakan untuk membuka media sosial atau streaming video.

Tampilan layar utama Galaxy Z Fold3 saat digunakan untuk streaming, lipatan di tengah layar dan panel kamera USD tidak tampak mengganggu.Kompas.com/Wahyunanda Kusuma Tampilan layar utama Galaxy Z Fold3 saat digunakan untuk streaming, lipatan di tengah layar dan panel kamera USD tidak tampak mengganggu.

Apakah memungkinkan streaming video dengan menekuk sedikit layar? Tentu saja, bagi sebagian orang cara itu akan memberikan pengalaman menonton video yang berbeda dibanding menggunakan perangkat lain.

Jika dibandingkan, pengoperasian layar sekunder (luar) dan utama (dalam) terasa agak berbeda karena material pelapisnya juga lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.