Benarkah Xiaomi Cuma Ambil Untung Tipis dari Penjualan Ponsel?

Kompas.com - 02/11/2021, 10:03 WIB
Ilustrasi CEO Xiaomi, Lei Jun dan logo Xiaomi. GSMArenaIlustrasi CEO Xiaomi, Lei Jun dan logo Xiaomi.

KOMPAS.com - Xiaomi kini tampil sebagai salah satu vendor smartphone top dunia, bersaing langsung dengan Apple dan Samsung. Bisnis Xiaomi terus tumbuh pada semester awal 2021 ini, baik dari segi pendapatan maupun pengiriman ponsel.

Bila melihat laporan keuangan untuk kuartal I dan II-2021, bisnis smartphone Xiaomi tumbuh positif. Misalnya, pada kuartal I-2021, Xiaomi berhasil mengirimkan 49,4 juta unit ponsel ke pasar global.

Dalam periode tersebut, bisnis smartphone Xiaomi mencetak pendapatan 51,5 miliar Yuan (sekitar Rp 113,7 triliun), naik 69,8 persen dari tahun-ke-tahun, dengan persentase laba kotor terhadap penjualan bersih (gross profit margin) sebesar 12,9 persen.

Meskipun demikian, Head of PR Xiaomi Indonesia Stephanie Sicilia mengklaim bahwa persentase laba bersih terhadap penjualan (nett profit margin) Xiaomi dari bisnis hardware miliknya masih di bawah 5 persen, sesuai janji CEO Lei Jun yang diikrarkan pada 2018.

Baca juga: Xiaomi Janji Selamanya Cuma Ambil Untung 5 Persen

Menurut Stephanie, berdasarkan laporan keuangan perusahaan tersebut untuk paruh pertama 2021, nett profit margin Xiaomi dari bisnis smartphone belum mencapai 1 persen.

"Terkait perbedaan antara laba kotor dan laba bersih dari bisnis perangkat keras, hal ini umumnya melibatkan pengeluaran untuk penjualan dan promosi, pengeluaran administrasi, pengeluaran untuk riset dan pengembangan (R&D), dan lainnya," ujar Stephanie.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untung dari iklan

Kalau bukan dari penjualan smartphone, lalu dari mana Xiaomi mendapat untung besar? Stephanie menerangkan bahwa pendapatan korporasi turut ditopang oleh bisnis-bisnis lain di luar hardware, termasuk penayangan iklan lewat ponsel.

"Keuntungan dari Xiaomi Corporation berasal dari pendapatan bisnis perangkat keras dan layanan internet, yang meliputi iklan yang dihadirkan melalui smartphone," kata Stephanie.

Xiaomi memang menayangkan iklan serta layanan terintegrasi di sejumlah aplikasi add-on dan terkadang di dalam antarmuka MIUI (Android) yang menjadi sistem operasinya.

Baca juga: Xiaomi Redmi Watch 2 Resmi, Layar Lebih Besar dan Tahan 12 Hari

Bisnis iklan Xiaomi ini tumbuh subur. Di kuartal-I 2021, pendapatan Xiaomi dari bisnis iklannya mencatat rekor terbesar per kuartal, yakni 3,9 miliar Yuan (sekitar Rp 8,7 triliun). Pertumbuhannya mencapai 46,3 persen secara year-over-year.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.