Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Perusahaan Teknologi yang Melantai di Bursa Saham Sepanjang 2021

Kompas.com - 20/12/2021, 09:10 WIB

Saat perdagangan perdana, saham GRAB dibuka di level 13 dollar AS per saham. Selang beberapa menit setelah debut di Nasdaq, saham Grab naik 18 persen di pasar Amerika Serikat, dirangkum dari Reuters.

Pasca IPO, saham GRAB terpantau "merah". Menurut pantauan KompasTekno di situs Nasdaq, saham Grab ditutup dilevel harga 7,25 dollar AS pada sesi perdagangan Kamis (17/12/2021).

Mulusnya perjalanan Grab melantai di bursa Nasdaq tak lepas dari aksi merger yang dilakukan Grab dengan Altimeter, sebuah perusahaan akuisisi bertujuan khusus/cek kosong (SPAC) yang berbasis di AS.

Valuasi Grab tembus 40 miliar dollar AS setelah aksi korporasi ini.

Baca juga: Grab Dikabarkan Beli Jaringan Toko Grosir Malaysia Rp 6 Triliun

Selain itu, merger Grab-Altimeter dilaporkan mencetak nilai private investment in public equity (PIPE) sebesar 4 miliar dollar AS atau setara Rp 57,3 triliun.

Investasi itu berasal dari investor seperti Tamasek, BlackRock, Counterpoint Global (Morgan Stanley Investment Management), Fidelity International, Janus Henderson Investors, dan masih banyak lainnya. Sementara itu, perusahaan asal Indonesia yang turut membekingi Grab ialah Djarum, Emtek, dan Sinar Mas.

Menurut Nasdaq, angka pendapatan kotor dan PIPE yang dicatatkan Grab ini menjadi yang terbesar yang pernah dicetak perusahaan asal Asia Tenggara, ketika debut di pasar saham AS.

Itu dia beberapa perusahaan teknologi yang melantai di bursa saham pada 2021 ini.

Perusahaan teknologi yang disebut siap IPO 2022

Tahun 2022 mendatang, sudah ada tiga nama perusahaan teknologi asal Indonesia yang diyakini kuat bakal masuk dalam bursa saham, yaitu GoTo, Traveloka, dan Tiket.com.

1. GoTo

GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia dikabarkan akan melakukan dual listing, yakni di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan New York.

Menurut rumor terakhir, IPO GoTo akan dilakukan pada awal tahun 2022 mendatang, menunggu perubahan regulasi di BEI untuk perusahaan yang melakukan IPO.

Salah satunya adalah terkait penerapan dual class of share dengan multiple voting shares (MVS).

MVS merupakan salah satu jenis saham yang memperbolehkan memiliki lebih dari satu hak suara untuk tiap lembar sahamnya. Biasanya, satu hak suara hanya dimiliki tiap lembar saham atau disebut dengan Ordinary Share.

Baca juga: Jelang IPO, GoTo Kantongi Pendanaan Rp 18,5 Triliun

Pada November lalu, GoTo juga sudah mengantongi dana sebesar 1,3 miliar atau sekitar Rp 18,5 triliun dalam penutupan pertama penggalangan dana pra-IPO.

2. Traveloka

Traveloka, perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket dan hotel, sebenarnya dirumorkan bersiap melantai di bursa saham Amerika Serikat tahun 2021 ini.

Namun, mendekati penghujung tahun 2021, IPO Traveloka belum juga terlaksana. Kemungkinan pencatatan nama Traveloka ke bursa saham bakal dilakukan tahun depan.

Menurut informasi beredar, penawaran umum perdana (IPO) Traveloka akan melalui perusahaan akuisisi bertujuan khusus atau SPACs (special purposes acquisition companies).

Baca juga: Fitur Pay Later Traveloka Akan Dibawa ke Thailand dan Vietnam

CEO Traveloka, Ferry Unardi pada Februari lalu mengatakan, listing di bursa dengan mekanisme SPAC merupakan cara yang sangat efisien.

Ferry melanjutkan, Traveloka juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah resmi melantai di bursa AS.

3. Tiket.com

Tiket.com perusahaan pemesanan tiket hotel dan perjalanan juga bakal melangsungkan IPO pada 2022 mendatang.

Baca juga: Tiket.com Berencana Masuk Bursa Saham, Kapan Melantai?

Hal ini diungkap oleh CEO Tiket.com, George Hendrata dalam sebuah wawancara dengan outlet media Kr-Asia pada November lalu.

Sayangnya, George tidak memberikan detail lebih lanjut soal IPO Tiket.com. Kita tunggu saja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.