Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menilik Apple iPod dari Masa ke Masa Setelah Resmi Pensiun

Kompas.com - 12/05/2022, 10:00 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber PCMagazine

KOMPAS.com - Apple mengumumkan bahwa perangkat pemutar musik buatannya, yaitu iPod series, pensiun. iPod Touch yang merupakan iPod generasi terakhir dinyatakan tamat, karena Apple tak lagi memproduksi perangkat tersebut.

Melalui situs resmi perusahaan, Apple berkata iPod Touch akan tersedia "selama persediaan masih ada". Hal ini turut menandai berakhirnya merek iPod sebagai salah satu produk perusahaan yang sudah eksis selama dua dekade.

Alat pemutar musik buatan Apple itu memulai debutnya pada tahun 2001. Eksistensinya yang terbilang lama, tak lepas dari peran Apple dalam mengembangkan iPod, mulai dari desain yang semula memiliki tombol menjadi layar sentuh, hingga fiturnya yang kian canggih.

Baca juga: iPod Touch Resmi Pensiun, Apple iPod Auto Tamat

Agar lebih jelas bagaimana Apple mengembangkan alat pemutar musiknya, mari kita simak kilas balik iPod dari masa ke masa.

iPod 2001

Pendiri Apple, Steve Jobs menugaskan VP of Industrial Design Apple saat itu, Jonathan Ive dan sekelompok insinyur hardware perusahaan untuk menciptakan alat pemutar musik yang ikonik. Hasilnya, terciptalah iPod 5GB yang diluncurkan pada 23 Oktober 2001 yang mampu menampung hingga 1.000 lagu.

Penamaan iPod sendiri berasal dari seorang copywriter lepas (freelance) yang saat itu teringat frasa dalam film A Space Odyssey, yakni "Open the pod bay door, Hal!"

iPod pertama itu hanya memiliki bobot 6,5 ons dan tebalnya hanya seperti tumpukan kartu. Perangkat ini dilengkapi dengan tombol utama berbentuk bulat dan empat tombol tambahan untuk menavigasi lagu. Namun saat itu iPod ini hanya dapat digunakan untuk pengguna Mac untuk mentransfer lagu.

iPod 2002

iPod generasi kedua diluncurkan Apple pada 17 Juli 2002, hanya berselang 9 bulan dari iPod pertama. Inovasi yang ditambahkan pada iPod gen-2 ini yaitu dukungan bagi pengguna komputer Windows.

Baca juga: Meluncur 20 Tahun Lalu, Prototipe iPod Ternyata Sebesar MacBook

Dengan demikian, pengguna Windows bisa memakai iPod dan mentransfer lagu menggunakan software bernama Musicmatch Jukebox.

Selain itu, iPod yang dirilis tahun 2002 ini juga menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar hingga 10 GB. Pada tahun yang sama, Apple meluncurkan iPod serupa, namun dengan opsi penyimpanan lebih besar hingga 20 GB.

Dari desainnya, iPod gen-2 tak ubahnya iPod pertama. Namun sensitifitas tombolnya ditingkatkan. Selain itu, perangkat ini juga dilengkapi dengan program yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk menyimpan hingga 1.000 kontak.

iPod generasi pertama yang didominasi warna putih.macworld.com iPod generasi pertama yang didominasi warna putih.

iPod 2003

iPod generasi ketiga diluncurkan pada 28 April 2003 dengan kapasitas yang makin diperbesar. Awalnya iPod gen-3 hanya tersedia dalam kapasitas 10 GB, 15 GB dan 30 GB. Lima bulan kemudian, Apple menambah opsi penyimpanan sebesar 20 GB dan 40 GB yang mampu menampung hingga 10.000 lagu.

Pada tahun ini pula Apple menyetop aplikasi Musicmatch setelah iTunes 4.1 dirilis untuk OS Windows. Selain itu, Apple meluncurkan iTunes Store pada 29 April dengan 10 juta lagu terjual hanya dalam empat bulan pertama.

Soal fiturnya, iPod gen-3 merupakan yang pertama dari iPod series yang menawarkan antarmuka geser yang lebih mulus. Selain itu tombolnya juga dibuat rata sehingga tampak lebih ramping.

iPod mini hingga iPod gen-4 - 2004

Hingga Januari 2004 Apple meraih penjualan lebih dari 2 juta iPod dan menjadikan iPod sebagai alat pemutar musik digital nomor wahid di dunia, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari PCMag, Kamis (12/5/2022).

Halaman:
Baca tentang
Sumber PCMagazine
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com