Kompas.com - 19/05/2022, 17:30 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertemu dengan petinggi Boeing, membicarakan tentang pemenuhan kebutuhan pesawat di Indonesia, sebagai upaya recovery (pemulihan) industri penerbangan pasca-pandemi.

Diketahui, jumlah pesawat yang beroperasi di Indonesia saat ini masih di bawah standar yang dibutuhkan, karena sebagian dari pesawat-pesawat itu telah dikembalikan ke pihak lessor (perusahaan pembiayaan pesawat), akibat pandemi Covid-19.

"Kita minta kepada Boeing untuk berkomunikasi dengan entah itu Garuda Group atau Lion Group, sehingga jumlah pesawat bisa dipenuhi," kata Menhub Budi Karya di sela acara Changi Aviation Summit, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Boeing Tertarik Pakai Minyak Jelantah Indonesia untuk Bahan Bakar Pesawat

Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto pun mengungkapkan jumlah pesawat yang aktif digunakan di Indonesia saat ini sekitar 350 pesawat, masih di bawah jumlah pesawat yang beroperasi sebelum pandemi, yakni sekitar 590-an pesawat aktif.

Namun, meski dengan kondisi jumlah pesawat yang seperti itu, ternyata masih mampu untuk menangani lonjakan penumpang selama momen lebaran 2022 lalu.

"Dengan pergerakan efisien, pembukaan bandara, jam operasional bandara yang ditingkatkan juga, sehingga utilitas bisa naik," ujar Novie.

Novie pun memperkirakan, dengan lalu-lintas penumpang bandara yang terus meningkat, serta kebutuhan masyarakat tinggi, maka idealnya dibutuhkan sekitar 500-an pesawat untuk mencukupi permintaan perjalanan udara dalam waktu dekat ini.

Baca juga: Menhub Budi Karya Akan Bertemu Petinggi Airbus dan Boeing di Singapura

Garuda Indonesia dan Lion Air Group sendiri merupakan dua operator pesawat Boeing besar di Indonesia. Sebagian dari armada mereka, seperti B777, B737-800, dan B737-900, telah dikembalikan ke pihak lessor.

Garuda Indonesia juga sebelumnya mengumumkan merampingkan 80 pesawat dari berbagai tipe yang saat ini dimiliki, dan menegosiasikan ulang atau bahkan membatalkan pesanan untuk lebih dari 90 unit pesawat, sebagai bagian dari restrukturisasi yang diajukan kepada lessor-nya.

Secara total, berdasar data Planespotters.net, Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan 34 pesawat dari berbagai tipe dengan 46 pesawat yang statusnya AOG (Aircraft on Ground/tidak beroperasi).

Baca juga: Boeing Indonesia Buka 12 Lowongan Kerja untuk S1 dan S2, Gaji Mulai Rp 15 Juta

Sementara Lion Air Group total memiliki 86 pesawat aktif dari berbagai tipe, dengan 32 pesawat yang statusnya AOG.

Untuk armada B737-800 sendiri, tipe pesawat yang paling banyak digunakan untuk melayani rute penerbangan dari kedua maskapai itu, Garuda Indonesia saat ini memiliki 36 pesawat (22 aktif/14 AOG). Sedangkan Lion Air Group memiliki 35 pesawat (31 aktif/4 AOG).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.