Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/11/2022, 14:30 WIB
Bill Clinten,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komino) resmi menyuntik mati sinyal TV analog (Analog Switch Off/ASO) pada Rabu (2/11/2022) tengah malam tadi.

Artinya, mulai Kamis (3/11/2022) dini hari tadi masyarakat di Jabodetabek sudah tidak bisa menyaksikan siaran TV analog dan wajib beralih ke TV digital.

Adapun sinyal TV digital hanya bisa ditangkap melalui perangkat set top box (STB) atau TV yang mendukung sinyal TV digital.

Berdasarkan penelusuran KompasTekno, masih ada sejumlah warga Jabodetabek yang belum memiliki STB per Kamis pagi ini.

Baca juga: Cerita Warga Bekasi dan Bogor yang Selamat dari Kiamat TV Analog

Sebagian besar dari mereka mengaku bahwa mereka tidak memiliki STB karena belum punya uang tambahan untuk membeli perangkat penangkap sinyal TV digital itu.

"Saya belum punya STB, tidak dapat juga yang gratis. Mungkin nanti beli, tapi nunggu ada uang dulu," ujar warga asal Kota Bekasi yang bernama Iqbal.

"Tidak ada di sini dapat STB gratis, jadi saya harus beli STB. Tapi, sekarang beli ada rejekinya," imbuh warga lain asal Jakarta Timur yang bernama Irfan.

Warga asal Kota Bekasi, Jatim yang sudah pakai STB dan selamat dari kiamat TV analog.KOMPAS.com/BILL CLINTEN Warga asal Kota Bekasi, Jatim yang sudah pakai STB dan selamat dari kiamat TV analog.

Hal serupa disampaikan seorang ibu asal Jakarta Timur lainnya yang bernama Puji. Ia mengaku tidak ikhlas membeli STB, lantaran harganya yang mencapai angka ratusan ribu rupiah.

"Saya keberatan kalau harus beli STB, karena itu biaya (rumah tangga) lagi. Kalau beli STB online saja Rp 155.000 ribu, lalu di dekat rumah ada yang jual Rp 250.000. Kalau beli yang murah (Rp 155.000), itu tidak enak karena lama harus tunggu sekitar dua minggu," kata Puji.

Baca juga: Kesepian dan Tidak Bisa Nonton Tinju, Cerita Mereka yang Tak Bisa Nonton TV Lagi Pagi Ini

Senada dengan Puji, ibu lainnya asal Tangerang, yaitu Rosmawati juga mengaku ia tidak memiliki STB karena keterbatasan dana. Namun, ia mengatakan bahwa ia mungkin akan membeli perangkat tersebut di masa depan.

"Lihat saja nanti mungkin saya akan membeli STB, tetapi sekarang belum ada uangnya. Mau bagaimana lagi, kita harus beli STB karena kalau tidak, kita tidak bisa menonton TV," ucap Rosmawati.

Karena tidak memiliki STB, baik Rosmawati, Puji, Iqbal, dan Irfan otomatis tidak bisa menikmati siaran TV digital, dan TV mereka saat ini hanya menampilkan gambar "semut" saja.

Namun, beberapa dari mereka mengaku masih mendapatkan siaran TV analog dari beberapa stasiun televisi seperti RCTI, MNC TV, GTV, iNews, hingga ANTV.

Hal ini terbilang wajar lantaran menurut laporan tim Posko Pemantauan Pengentian Siaran Analog, pada hari pertama ASO Jabodetabek memang masih ada 5 dari 25 dari stasiun TV yang masih "on", yaitu empat stasiun TV milik Grup MNC dan ANTV.

Jabodetabek resmi ASO 2 November 2022

Kominfo mengeklaim distribusi set top box (STB) di wilayah Jabodetabek sudah mencapai 96 persen, meskipun ASO tetap diundur hingga 2 November.PEXELS/Karolina Grabowska Kominfo mengeklaim distribusi set top box (STB) di wilayah Jabodetabek sudah mencapai 96 persen, meskipun ASO tetap diundur hingga 2 November.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com