Smartphone Akan Jadi "Pintu" Integrasi IoT

Kompas.com - 12/12/2019, 16:37 WIB
Oppo Reno 5G yang dipajang di Oppo Flagship Store di Shenzen, China Kompas.com/Wahyunanda KusumaOppo Reno 5G yang dipajang di Oppo Flagship Store di Shenzen, China

SHENZEN, KOMPAS.com - Jaringan 5G sudah mulai bergulir di beberapa negara menggantikan jaringan generasi internet LTE. Dalam beberapa tahun ke depan, ekspansi 5G bakal lebih luas dan industri telekomunikasi global akan menjadi penggerak transformasi ini.

Tak terkecuali Oppo, yang melihat 5G sebagai peluang membangun konektivitas lebih luas melalui berbagai perangkat, tidak hanya sebatas smartphone, atau istilahnya iternet of things (IoT).

Sebab itulah, Oppo akan meluncurkan beberapa perangkat lain, seperti smart router, smart watch, hingga kacamata AR untuk membangun ekosistem IoT-nya.

Meski demikian, pendiri sekaligus CEO Oppo, Tony Chen menyebut smartphone tetap akan menjadi "pintu" integrasi dan konetivitas IoT.

Baca juga: Oppo Siapkan Dana Riset Rp 99 Triliun untuk 5G dan IoT

Karena menurut Tony, saat ini hampir setiap orang menggenggam smartphone dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan integrasi tersebut, Oppo berpegang pada empat hal.

"Pertama adalah konvergensi teknologi dan layanan, konvergensi organisasi, konvergensi budaya, serta konvergensi dari teknologi dan manusia," kata Tony dalam acara Oppo Inno Day 2019 yang berlangsung di Shenzen, Selasa (10/12/2019)..

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Tony, perusahaan global harus menyesuaikan diri dengan 5G dan memanfaatkan IoT dalam operasionalnya.

Ia juga mengatakan, meski sebagian tugas manusia akan tergantikan oleh teknologi, tapi mesin tidak memiliki naluri seperti manusia. Itulah mengapa manusia tetap dibutuhkan di era IoT.

Baca juga: Menilik Rencana Pengembangan 5G Oppo Tahun Depan

Tony juga mengumumkan, Oppo mengalokasikan investasi lebih besar untuk tim riset dan pengembangan.

Tahun ini dan dalam tiga tahun ke depan, Oppo menjanjikan investasi sebesar 50 miliar yuan atau sekitar Rp 99,4 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk mengembangkan 5G dan 6G, AI, big data, dan komputasi.

Perusahaan smartphone asal China itu juga berencana merilis smartphone mid range 5G di China dengan harga 2.500 yuan atau Rp 5 jutaan tahun depan.

Baca juga: Oppo Janji Akan Rilis Smartphone 5G Rp 5 Jutaan Tahun Depan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.