Bos Reddit: Jangan Pakai TikTok, Itu Parasit dan Alat Pengintai

Kompas.com - 01/03/2020, 08:48 WIB
Tiktok ShutterstockTiktok

KOMPAS.com - Popularitas TikTok makin menanjak. Penggemarnya tersebar di berbagai belahan dunia. Tapi rupanya tak semua orang suka dengan aplikasi media sosial baru asal China ini. 

Steve Huffman, CEO forum online Reddit, misalnya, menyebut TikTok sebagai " parasit" dan "aplikasi mata-mata" alias  spyware yang selalu memantau penggunanya dengan menandai perangkat (fingerprinting).

"( Aplikasi TikTok) Selalu menguping, teknologi fingerprinting yang mereka gunakan sangat menakutkan. Saya tak mau memasang aplikasi macam demikian di ponsel saya," ujar Huffman dalam konferensi venture capital Social 2030, pekan lalu.

Baca juga: Seleb TikTok Bisa Kantongi Miliaran Rupiah Sekali Posting

"Saya selalu bilang ke orang-orang, 'Jangan pasang spyware itu (aplikasi TikTok) di ponsel Anda'," lanjut Huffman, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge, Minggu (1/3/2020).

Mendengar tudingan keras Huffman, TikTok pun tak tinggal diam. Seorang juru bicara TikTok menyampaikan bantahannya.  "Ini adalah tudingan tak berdasar yang diutarakan tanpa bukti apapun," ujarnya berkelit.

"Fingerprinting" seperti yang dimaksud Huffman adalah pelacakan berbasis audio dan browser untuk mengetahui pengguna mana saja yang menonton dan membagikan sebuah video, baik lewat aplikasi TikTok maupun situs web.

Baca juga: Bagaimana TikTok Menghasilkan Uang?

Byte Dance selaku pemilik TikTok mengatakan bahwa fingerprinting bertujuan mendeteksi program jahat yang menyelinap di browser. Namun, seorang peneliti keamanan menemukan situs TikTok masih bisa berjalan lancar meskipun script pelacakan dimatikan.

Selain Reddit, raksasa media sosial AS, Facebook, ikut menyuarakan kekhawatirannya soal TikTok lewat COO Sheryl Sandberg yang menyoroti negara asalnya (China).

"Kalau orang-orang concern soal data, saya pikir ada banyak hal yang mesti dikhawatirkan," kata Sandberg.

Baca juga: TikTok dan Upaya Lepas dari Cap Buatan China

Perlu ditambahkan bahwa Facebook pun memiliki masalahnya sendiri terkait data dan privasi, seperti dalam skandal Cambridge Analytica tahun 2018 yang membocorkan data pribadi milik puluhan juta pengguna Facebook.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber The Verge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X