Tidak Ada YouTube di Android Huawei, Ini Penggantinya

Kompas.com - 02/06/2020, 08:17 WIB
Booth Huawei di MWC 2019. KOMPAS.com/Gito Yudha PratomoBooth Huawei di MWC 2019.

KOMPAS.com - Kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang melarang Huawei membeli komponen software dan hardware dari perusahaan yang berasal dari AS, membuat Huawei cukup kerepotan.

Pasalnya kebijakan ini membuat Huawei tak dapat menggunakan layanan-layanan inti Google, termasuk Google Maps, Chrome, dan YouTube pada smartphone Android buatannya.

Karena itu, Huawei menggandeng penyedia layanan streaming video Dailymotion sebagai pengganti YouTube di ponsel Android buatannya, untuk pengguna di kawasan Eropa.

Baca juga: Huawei Sebut Aturan Dagang AS Semena-mena dan Jahat

Kerja sama dengan Dailymotion ini akan berfokus dalam pengembangan platform Huawei Video (layanan hiburan milik Huawei), yang mencakup konten seperti film dan serial.

Menurut blog resmi Dailymotion, teknologi video yang dikembangkan oleh mereka akan dipakai di aplikasi Huawei Video. Pengguna Huawei di Eropa juga dapat mengakses konten-konten di Dailymotion, serta akses untuk memonetisasi video.

"Kami bangga bisa berkolaborasi dengan Huawei, sehingga katalog konten kami bisa menjangkau audiens yang lebih luas," tulis Chief Content Officer Dailymotion, Stéphane Godin.

Dihimpun KompasTekno dari PocketNow, Selasa (2/6/2020), Dailymotion saat ini memiliki sekitar 250 juta pengguna aktif di seluruh dunia.

Dailymotion juga dipakai oleh sejumlah grup-grup media kenamaan di dunia, seperti Le Monde, l’Equipe, BeIN SPORTS, JPI Media, Marie Claire, dan NBA G League. Sedangkan di Indonesia sendiri ada grup Viva (ANTV, TVOne), Metro TV, dan Suara.com.

Baca juga: Huawei Rilis P30 Pro Edisi Baru”, Spesifikasi Lama dan Masih Pakai GMS

Selain itu, Dailymotion juga memproduksi video untuk didistribusikan kepada outlet media yang tidak memproduksi konten sendiri, seperti MSN, Bing, dan Orange.

Huawei sendiri belum menjelaskan lebih lanjut tentang kerja samanya dengan Dailymotion.

Sebelumnya pada bulan Januari lalu, Huawei juga telah bekerja sama dengan
TomTom untuk menggarap layanan peta digital, sebagai pengganti Google Maps di ponsel Androidnya.

Melalui kesepakatan tersebut, Huawei nantinya dapat menggunakan layanan peta, informasi lalu lintas, dan navigasi milik TomTom untuk mengembangkan aplikasi pada smartphone-nya.

Baca juga: Huawei Gandeng TomTom Garap Peta Digital Pengganti Google Maps



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X